Psikolog Menjawab #2 | Love Languages

Apasih love language itu? Mungkin istilah love language sudah sering sekali kita dengar, terutama ketika membahas hal yang berkaitan dengan relationship. Jadi Love language adalah cara seseorang untuk mengekspresikan rasa cinta dan kasih sayang kepada orang lain, terutama ke pasangan ” Gimana sih cara cari tahu love languages? Dan seberapa besar pengaruh ke keharmonisan hubungan? Kalau berbicara tentang love language, aspek ini merupakan salah satu hal terpenting dalam sebuah hubungan. Oleh karena itu penting untuk Read more…

Stop Insecure, Mulai Bersyukur!

Halo, Psychofams! Pasti sudah tidak asing dong mendengar kata insecure? Yap, insecure adalah perasaan cemas, ragu, atau kurang percaya diri sehingga membuat seseorang merasa tidak aman. Akibatnya, individu yang mengalami rasa insecure  dapat merasa cemburu, selalu menanyakan pendapat orang lain tentang dirinya, atau bahkan membandingkan dirinya dengan orang lain. Insecure mulanya muncul karena individu penah mengalami penolakan atau kegagalan, juga, kerap dialami individu yang memiliki daddy issues. Insecure terjadi pada individu yang pernah dinilai kurang Read more…

WHITE LIES

Ketika seseorang berkomunikasi, terkadang mereka berbohong. Karena komunikasi sangat diperlukan hampir di setiap interaksi. Semakin banyak bukti yang menunjukkan keputusan untuk kebohongan sensitif terhadap insentif. Orang-orang peduli dengan keuntungan mereka sendiri dari kebohongan yang mungkin menyebabkan hal lain pula. Secara keseluruhan, penelitian tampaknya mendukung gagasan bahwa sementara rata-rata orang sepenuhnya jujur di hari-hari biasa, mayoritas orang tidak mungkin dalam satu minggu terlewat tanpa adanya kebohongan sedikitpun. Terlepas dari pesan yang mengecewakan bahwa kebanyakan orang adalah Read more…

TOXIC MASCULINITY

Di dalam keseharian kita, tak jarang mendengar kalimat “cowok kok letoy banget sih.” atau “jangan nangis, kan cowok”. Atau bahkan kita sendiri tanpa sengaja pernah mengatakan kalimat-kalimat itu. Banyak laki-laki yang sejak kecil diajarkan untuk menjadi laki-laki yang kuat dan tangguh. Anggapan yang kemudian terpeleset menjadi perilaku menonjolkan kekerasan ini adalah contoh dari toxic masculinity Secara sederhana, toxic masculinity adalah perilaku sempit terkait dengan gender dan sifat laki-laki yang dominan, cenderung melebih-lebihkan standar maskulinitas laki-laki. Read more…

Menyapa ILMPI Wilayah III

Halo, Psychofams bagaimana kabarnya nih, semoga dalam keadaan sehat selalu yaa. Sehat fisik maupun mentalnya di era transisi pandemi Covid-19. Dalam artikel kali ini kita akan berkenalan lebih jauh dengan ILMPI Wilayah III, nih. Kalian tahu tidak kalau ILMPI wilayah III adalah wilayah yang mencakup wilayah Jawa Tengah dan Kalimantan. Pada tahun 2021, ILMPI Wilayah III menaungi 20 universitas anggota, diantaranya sebagai berikut: Universitas Sebelas Maret Surakarta, Universitas Diponegoro Semarang, Universitas Negeri Semarang, UIN Walisongo Read more…

RUMINASI

Banyak orang mengatakan bahwa proses berdamai dengan kenyataan pahit adalah proses yang sangat sulit. Terlebih jika kenangan pahit berasal dari kenangan yang awalnya begitu manis. Perihal asmara misalnya, bermula dari rasa suka, dijalani dengan rasa cinta hingga berakhir dengan rasa sakit. Banyak orang yang menyerah dan putus asa karenanya. Lebay? Tentu saja tidak. Karena bagi sebagian orang, dapat keluar dari sebuah kenangan pahit adalah suatu hal yang nyatanya jauh lebih rumit. Di katakan sudah move-on Read more…

Sah! Undang Undang Praktik dan Layanan Psikologi

Psy-Booklet ILMPI Wil III Perjalanan ILMPI Kawal Pengesahan RUU PLP Selama perjalanan RUU PLP menuju UU, ILMPI mulai berkoordinasi dengan HIMPSI dan pihak-pihak terkait sejak tahun 2014. ILMPI turut berperan aktif dalam mendesak pengesahan RUU pada tahun 2016 ke DPR namun tak berhasil disahkan. Kemudian draft RUU PLP pertama kali disusun pada tahun 2018 dengan judul RUU Profesi Psikologi, dilanjutkan dengan audiensi ke Badan Legislasi DPR RI pada tanggal 6 Maret 2019 dan RUU ini Read more…

MENGENALI PATHOLOGICAL LIARS SI PEMBOHONG KELAS KAKAP

Sebelum membahas pathological liars terlau jauh, kita beralih sebentar ke pathological lying. Pathological Lies atau bisa disebut juga mythomania  atau pseudologia fantastica merupakan perilaku kronis dari kebohongan kompulsif atau kebiasaan. Berbeda dengan  white lies yang dilakukan sesekali untuk menghindari aga tidak menyakiti perasaa orang lain atau untuk menghindari masalah. Pathological Lies  ini melakukan kebohongan dengan alasan yang tidak jelas. Perlu diketahui bahwa pathological lying (PL) ini belum diklasifikasikan dalam DSM-5 atau ICD-10. DSM-5 menyebutkan bahwa Read more…

DIALOG DALAM PIKIRAN : JOUSKA

Komunikasi adalah salah satu hal yang pasti dilakukan oleh manusia. Namun, untuk sebagian orang dengan kepribadian introvert merasa lebih nyaman ketika berbicara sendiri dalam pikirannya. Fenomena inilah yang disebut dengan self talk atau jouska. Pengertian jouska dilansir dari The Dictionary of obsecure sorrows, diartikan sebagai hipotesis yang terjadi berulang kali di dalam kepala seseorang atau individu. Entah itu berbentuk opini, analisis, atau dialog dan hal ini hanya terjadi di dalam kepala seseorang. Tidak jarang juga, Read more…

Psikolog Menjawab #9 | Prokrastinasi

Apakah menunda pekerjaan kalo lagi stress itu wajar? Bedanya situasi “ambil jeda” dan “prokras” itu gimana? Bagaimana cara mengatasinya Terimakasih ya untuk pertanyaan yang sudah masuk..  Kita coba bahas stres dulu yaa.. Kita pahami bersama bahwa stres adalah reaksi  pada tubuh dan pikiran yang disebabkan oleh perubahan dan tuntutan kehidupan Ada dua macam stres yang kita ketahui bersama yaitu eustress dan distress. Eustress atau yang kita kenal stres positif. Misalnya ketika banyak deadline justru banyak Read more…

Psikolog Menjawab #8 | Mood Swing

Apakah mood yang cepat berubah itu wajar? Apa indikatornya kalo perubahan mood itu jadi tidak wajar? Sebelum kita belajar tentang mood. Kita pahami dulu apa itu mood Mood atau suasana hati adalah kondisi emosi yang cenderung bersifat jangka panjang dan terkadang mood ini bisa muncul tanpa peristiwa yang memicu. Mood berubah dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti situasi yang mengelilingi seseorang tersebut, interpretasi tentang sebuah kondisi (thought pattern), kondisi kesehatan fisik (organ experience), cara seseorang Read more…