Apakah menunda pekerjaan kalo lagi stress itu wajar? Bedanya situasi “ambil jeda” dan “prokras” itu gimana? Bagaimana cara mengatasinya

Terimakasih ya untuk pertanyaan yang sudah masuk..  Kita coba bahas stres dulu yaa.. Kita pahami bersama bahwa stres adalah reaksi  pada tubuh dan pikiran yang disebabkan oleh perubahan dan tuntutan kehidupan

Ada dua macam stres yang kita ketahui bersama yaitu eustress dan distress. Eustress atau yang kita kenal stres positif. Misalnya ketika banyak deadline justru banyak ide yang mucul dari kepala kita. Kalau distress atau lebih dikenal stres negatif yang biasanya menimbulkan ketidaknyamanan dalam diri kita. Contohnya stres karena sudah dekat deadline akibatnya pusing dan takut untuk menyelesaikan. Jadi tidak semua stres negatif.

Jika sedang stres kemudian menunda-nunda pekerjaan tentu kita perlu asesmen lebih dalam ya.. Karena terkadang menunda itu juga menumbuhkan permasalahan baru yang memicu stres kembali. Jika sedang merasa tidak nyaman atau perasaan tertekan ada baiknya memang kita mengambil jeda dengan memperhatikan waktu. Kita coba ukur agar waktu yang dibutuhkan berheda untuk mengoptimalkan energi yang kita miliki. Misalnya kita butuh waktu berjeda  2 jam maka dari 2 jam itu kita bisa mencari mekanisme coping atau cara mengatasi stres yang efektif untuk menurangi stres dalam diri kita. Beda ambil jeda dengan prokrastinasi menurutku terletak pada target dan caranya. Ketika seseorang prokrastinasi dia akan cenderung menunda sampai batas waktu yang tidak bisa dia tentukan dengan tidak mencoba melakukan hal agar kondisi lebih membaik untuk bisa mengerjakan tugas. Namun jika berjeda dia akan memaksimalkan waktu  berjeda hingga dia mencapai kondisi yang lebih nyaman atau stabil dan mau berusaha memulai tugas yang ditinggalkan. 

Jika kita menghadapi kondisi sering menunda kita bisa menerapkan beberapa tips berikut ini

1.  Buat Jadwal Yang Terukur

Seringkali kita jadi malas untuk membuat jadwal karena kita merasa sia-sia karena jadwal yang kita buat selalu hanya sebuah wacana. Hal ini mungkin karena kita tidak patuh dengan aturan yang sudah kita buat atau kita membuat target yang tidak terukur. Misal kita sedang ada dua tugas makalah yang harus dikerjakan sedangkan kita belum pernah mebuat makalah lalu kita membuat target makalah selesai dalam 2 hari. Ini sama saja kita target lari 1 kilometer padahal kita tidak pernah mencapai lari 10 meter. Jadi buat target yang bisa kita capai. Buat rinci tiap harinya yang terukur sesuai target kemampuan kita. Atau bahkan bikin target yang mampu kita capai agar kita jauh percaya diri untuk menuntaskan tugas.

2.  Punya social support

Dewasa ini kita tidak hanya bisa mencari teman untuk mencoba jajanan baru yang lagi hits, tapi kita juga bisa menemukan teman untuk support agar lebih memanfaatkan waktu dengan lebih baik. Saling mengingatkan untuk memantau kondisi perkembangan tugas. Saling mendukung jika ada yang sedang butuh dukungan.  Bahkan ada situs tertentu yang memungkin kita bisa serasa sedang belajar kelompok via online dimana bisa kita lakukan meski di rumah saja dengan orang yang mengerjakan tugas bereda.

3. Buat Suasana Menyenangkan

Suasana mengerjakan tugas juga bisa membantu kita meningkatkan mood dalam mengerjakan. Misal dengan membersihkan dan merapikan ruangan, menempatkan sesuatu pada tempatnya agar kita lebih mudah menemukan barang yang dibutuhkan, membuat suasana nyaman dengan menambahkan pengharum ruangan atau kalimat penyemangat yang membangkitkan semangat.

Terimakasih, semoga bermanfaat..  Salam sehat jiwa…

Asiska Danim Indranata, M.Psi., Psikolog Psikolog Klinis Puskesmas Prambanan Sleman