Kecemasan itu wajar ga si? and how to deal with it?

Terimakasih ya kakak atas pertanyaannya. Kita sama-sama perlu memahami bahwa kecemasan dan gangguan kecemasan itu adalah hal yang berbeda.

Sebagai contoh jika kita tiba-tiba diminta presentasi, atau tiba-tiba ujian tentu respon tubuh kita akan merasa khawatir, bingung, panik dan takut jika kita tidak bisa menjalankan dengan baik. Jika gangguan kecemasan ada kriteria tertentu hingga dinyatakan oleh profesional (psikolog atau psikiater) bahwa sesorang ini sedang mengalami gangguan kecemasan. Sehingga dalam kondisi umum membuat perasaan cemas itu hadir dan kita merasa cemas maka hal itu adalah hal wajar

Lalu bagaimana kita mengatasi jika kita sedang merasa cemas ?

Perasaan cemas yang tiba-tiba hadir tentu membuat diri tidak nyaman. Perasaan cemas ini perlu kita kelola agar aktivitas yang kita lakukan mendapatkan hasil yang lebih baik

Ada beberapa langkah  yang bisa kita lakukan ketika perasaan cemas ini hadir dalam kehidupan kita.

  1. Sadari bahwa kita sedang merasakannya. Kita sedang khawatir, cemas, takut atau mengalami perasaan lainnya. Fase ini juga kita sebut sebagai validasi emosi. Proses menyadari ini adalah poin penting karena ini akan sangat membantu kita untuk mengelolanya. “Oh ini aku sedang cemas.” Menyadari ini ternyata juga butuh proses belajar. Sebagai contoh pada saat mengalami cemas kita masih belum bisa validasi tidak apa. Nanti setelah selesai cemasnya coba review ulang kenapa dan kira-kira cara apa ya yang bisa dilakukan.
  2. Berjeda sebentar untuk memberi ruang agar perasaan cemas ini tidak menguasai. Memberi jeda ini bisa kita lakukan dengan kita duduk saat kita sedang berdiri. Atau hentikan sejenak aktivitas karena kita pahami ketika sedang panik aktivitas yang kita lakukan cenderung buru-buru sehingga keputusan dalam mengambil tindakan kita saat itu bisa jadi atas dasar emosional belaka.
  3. Lakukan stabilisasi sederhana seperti tarik nafas panjang, tahan, hembuskan. Jika tidak mungkin dilakukan maka coba dengan hitung mundur. Contoh kita ucapkan, “Lima, empat, tiga dua, satu.” Jika cara ini belum bisa memberikan ketenangan maka kita bisa ulang dengan nada yang lebih panjang dan lambat.  Contoh “ Limaaa, empaat, tigaa, duaa, satuu”
  4. Langkah berikutnya kita bisa atur dulu emosi kita. Kita bisa ajak bicara diri dengan merayu diri untuk mengurangi intensitas kekhawatiran yang kita rasakan. Kita bisa ajak bicara juga bahwa jika kita tidak bisa mengontrol rasa cemas ini pasti akan mengganggu aktivitas kita.
  5. Beri afirmasi positif pada diri. “Aku bisa” Aku mampu melakukannya” “Semua akan baik-baik saja” atau kata-kata lain yang jauh lebih membuat diri jauh lebih nyaman.
  6. Jika sudah jauh lebih baik kita bisa melakukan aktivitas tersebut dengan dimulai yang paling dekat, paling mungkin dilakukan, yang paling mudah atau sederhana. Bertahap dan pelan-pelan hingga kita jauh lebih merasa tenang dan mampu menguasai diri kita.

Semoga kita senantiasa diberikan kelancaran untuk aktivitas kita sehari-hari        

Direspon oleh Asiska Danim Indranata, M.Psi., Psikolog (Psikolog Puskesmas Prambanan, Sleman)