Apakah karir harus sesuai passion?

Tidak semua orang mampu mempertahankan idealisme memilih jalur karirnya sesuai dengan passion. Apakah itu sebuah kesalahan?

Tentu tidak. Berkarir itu yang paling lekat dengan kita adalah menjalani pilihan profesi tertentu dan bisa lebih dari satu profesi untuk kemajuan diri. Sangat baik apabila kita bisa berkarir sesuai passion, tetapi bisa kah sepenuhnya mempertahankan “passion” selama kita menjalani karir? Jika kita tidak mampu selamanya mempertahankan berkarir sesuai passion dan memilih untuk menyesuaikan diri dengan pilihan lain yang mungkin tidak sesuai passion maka kita bukan gagal dalam berkarir, namun kita mencoba untuk berdamai dengan kenyataan.

Karena pada kenyataannya dihidup kita banyak sekali hal-hal yang ternyata berlawaan dengan passion kita tersebut. Ketika kita sudah memilih untuk tidak berkarir sesuai passion maka lakukan penyesuian diri dengan : 1. Mencintai pekerjaan yang sedang kita lakukan dan jadikan itu passion kita atau wujudkan passion tersebut dalam profesi/kegiatan lain sehingga kita tetap mampu memenuhi kebutuhan untuk aktualisasi diri (menggunakan semua kemampuan yang kita miliki). Ke-2. Tetap kembangkan potensi diri dimanapun berada seoptimal mungkin. That’s it.

Lalu bagaimana caranya menentukan karir?

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengenali diri sendiri. Kenali potensi, kelemahan, kekuatan, kondisi fisik, finansial, sosial, dan sebagainya.

Kedua, tentukan beberapa alternatif pilihan karir / profesi pilihan yang kalian inginkan. Ketiga, cari tahu kebutuhan untuk menjadi profesi-profesi tersebut mulai dari skills yang dibutuhkan hingga kondisi-kondisi lain yang menjadi pertimbangan. Keempat, bandingkan kapasitas diri  yang diketahui dari tahap pertama dengan kebutuhan profesi yang diperoleh dari tahap ketiga.

Semakin banyak kesesuaian maka semakin kita mendekati pilihan karir yang terbaik, tetapi jika menemukan ada gap atau jarak atau ketidaksesuaian maka kita dapat mengevaluasi dan menentukan bagaimana untuk memenuhi gap tersebut. Bisa dengan meningkatkan skills, atau meningkatkan kapasitas diri, bisa juga memilih alternatif profesi lainnya. Jika anda mengalami kebingungan dan membutuhkan bantuan ahli untuk menentukan karir, tidak ada salahnya jika mencari layanan pengembangan karir. Karena sangat wajar memilih karir dengan bantuan orang lain, namun tetap anda yang memiliki kuasa untuk mengambil keputusan.

Apakah karir perlu sesuai jurusan atau bebas?

Alangkah baiknya ilmu yang kita miliki dapat tertunaikan dengan baik. Namun jika memang kita memilih untuk berkarir tidak sesuai jurusan pun bukan satu hal yang perlu dipermasalahkan asalkan kita sudah benar-benar mempersiapkan karir kita.

Sebaiknya mempersiapkan karir bukan ketika kita menerima ijazah tetapi sedini mungkin bahkan dari sebelum kita menentukan mau kuliah dijurusan mana. Sehingga tidak akan muncul pernyataan “salah jurusan”, dan pertanyaan bolehkah bekerja yang tidak ada kaitannya dengan jurusan kuliah. Buatlah perencanaan karir dengan menentukan pilihan karir agar perkembangan diri lebih terarah.

Jika memang pada akhirnya tetap tidak mampu menjaga idealisme berkarir sesuai jurusan maka lakukan penyesuaian diri, karena pada dasarnya ilmu dan kapasitas kita bukan hanya yang kita miliki dari belajar di jurusan tertentu. Banyak pekerjaan yang memang tidak memerlukan spesialisasi jurusan tertentu tetapi lebih pada kemampuan bekerja secara umum. Selalu ingat, berkarir adalah tentang pengembangan diri. Setiap kita punya kesempatan yang sama untuk terus mengembangkan diri tanpa memandang jurusan tertentu.