Kak, lingkungan gimana si yg bisa digolongkan toxic?

Toxic sendiri kalau diterjemahkan dalam konteks Bahasa artinya racun, sesuatu yang tidak baik dan membahayakan. Istilah lingkungan yang toxic memang sangat cepat berkembang dimasyarakat, terutama anak-anak muda.

Kalau dilihat dari definisinya, lingkungan toxic ini adalah lingkungan yang mencirikan sebuah interaksi orang-orang didalamnya yang tidak baik dan bisa saja memberikan dampak yang membahayakan. Kalau di lingkungan kerja yang toxic biasanya ditandai dengan konflik pribadi yang signifikan antara mereka yang bekerja di sana. Ada pertikaian, bullying & gossipy behavior, pekerja mudah burnout, pekerja cepat resign, motivasi rendah, dan sebagainya yang pada akhirnya merusak produktivitas, ini lah yang disebut dengan istilah lingkungan kerja yang toxic.

Ciri-ciri ini bisa juga kaitkan dengan lingkungan lainnya baik itu keluarga, pertemanan, sekolah. Ketika lingkungan-lingkungan tersebut mencirikan kebiasaan atau perilaku-perilaku yang tidak baik sehingga berdampak pada kerusakan maka dapat disimpulkan bahwa lingkungan tersebut adalah lingkungan toxic. Di lingkungan yang toxic cenderung akan kita temukan adanya orang-orang yang toxic Bahasa kerennya “toxic people”, yaitu orang-orang yang membawa dan menyebarkan racun tersebut dalam hal ini perilaku-perilaku yang tidak baik dan berdampak merusak

Lalu bagaimana kita menghadapinya?

Hadapilah dengan pikiran yang terbuka tetapi pegang teguh pendirian. Melihat sebuah permasalahan dari banyak sudut pandang, bahkan ketika kita mendengar, merasakan, melihat, dan mengalami suatu permasalahan atau perilaku yang tidak baik maka kita perlu berhati-hati untuk langsung menyerap dan mempercayainya sebagai sebuah informasi tunggal yang benar.

Telaah dengan cermat siapa yang berbicara, adakah kecenderungan pada pihak atau kepentingan tertentu, adakah emosi yang terlibat dalam penyampaian informasinya. Dengan demikian kita bisa lebih selektif dalam menyerap informasi dan meresponnya dengan bijak.

Lalu, perlukah kita keluar dari lingkungan yang toxic?

Jika memang lingkungan tersebut sudah membahayakan dan merusak diri kita baik fisik, psikis, dan aspek-aspek lain dalam hidup kita maka kita perlu keluar dari lingkungan toxic tersebut dengan cara meminta bantuan atau pertolongan orang yang memiliki kapasitas untuk menyelesaikannya seperti ahli dan pihak yang berwenang.

Solusi lain adalah tidak kalah dengan lingkungan dan orang-orang yang toxic. Selektif dalam berinteraksi dan fokus pada apa yang menjadi tujuan utama kita yang semestinya adalah tujuan yang baik atau mulia. Dan jangan lupa interospeksi diri, apakah justru diri kita sendiri yang merupakan bagian dari “toxic people”.