Kondisi seperti apa yg bisa dikatakan sbg burnout?

Ketika seseorang/ individu merasa kelelahan emosional, fisik dan psikologis karena stres berlebihan dan biasanya berkepanjangan. Biasanya orang yang mengalami burnout akan menjadi kewalahan dan merasa seolah tidak mampu mengerjakan tugas-tugas atau tanggungjawab secara maksimal.

Bahkan bisa jadi hingga kehilangan minat atau motivasi dalam semua hal. Bahkan tidak jarang bagi mereka yang mengalami burnout juga mengalami gangguan dalam kesehatan fisiknya, misalnya mudah lelah, sering merasa pusing, beberapa mengalami perubahan pada pola tidur, kehilangan nafsu makan bahkan mudah sakit yang mengharuskan istirahat dan akhirnya justru bisa mengganggu aktivitas sehari-harinya.

Apakah lingkungan sosial (seperti teman kelompok dll) berpengaruh pada burnout?

Setiap individu memang memiliki kemungkinan untuk mengalami burnout. Hal-hal yang dapat mempengaruhi seseorang mengalami burnout salah satunya adalah banyaknya tanggungjawab/ tugas yang harus segera diselesaikan dalam satu waktu secara bersamaan atau deadline yang berdekatan.

Selain itu juga minimnya apresiasi yang didapatkan atas pekerjaan/ tanggungjawab/ tugas yang ia kerjakan, baik dari lingkungan maupun dari diri sendiri. Hal ini lingkungan yang supportive menjadi penting keberadaanya. Ketika berada pada lingkungan yang mendukung dan kondusif dalam pengerjaan/ penyelesaian tugas, maka akan membuat seseorang meminimalisir mengalami burnout.

Jika sedang dirundung deadline banyak, bagaimana menjaga diri agar tidak burnout? karna rasanya tidak mungkin jika harus mengambil jeda di sela-sela kesibukan

Beberapa hal yang mungkin bisa dilakukan untuk mencegah/ menjaga diri terutama bagi mahasiswa atas banyaknya tugas yang diberikan oleh dosen dengan deadline yang mungkin berdekatan, antara lain :

  1. Mencoba untuk membuat daftar seluruh tugas-tugas yang memiliki deadline dalam waktu dekat/ saling berdekatan. Kemudian urutkan sesuai dengan tanggal deadline mulai dari yang paling awal sampai dengan deadline paling akhir.
  2. Perlu juga mempertimbangkan bobot tugas yang akan dikerjakan, misalnya seberapa banyak dan sulit tugas tersebut, serta pertimbangkan pula tugas individu dan kelompok. Hal ini tentu menjadi salah satu pertimbangan karena jika tugas kelompok, maka bisa berdiskusi dengan anggota kelompok lain terkait pembagian tugas dan Teknik pengerjaan tugas kelompok tersebut.
  3. Pentingnya memberikan apresiasi terhadap diri sendiri atas usaha dalam mengerjakan tugas-tugas/ tanggungjawabnya. Berusaha untuk tidak berekspektasi terlalu tinggi terhadap tugas yang dikerjakan, namun tetap berusaha mengerjakan dengan maksimal. Hal ini akan sedikit melonggarkan ekspetasi dan cenderung akan membuat seseorang lebih realistis, sehingga tidak akan merasa sangat terbebani.
  4. Menerapkan gaya hidup sehat. Salah satu yang bisa dilakukan adalah olahraga secara rutin. Hal ini akan membantu untuk mengurangi stress Selain itu makan makanan yang sehat dan berusaha untuk bisa mengatur waktu dengan baik sehingga jam tidur masih dirasa cukup.
  5. Jika memang memungkinkan, sesekali bisa refreshing sementara waktu dengan batasan waktu tertentu sebelum kembali lagi mengerjakan tugas-tugas. Refreshing yang dimaksud tidak harus liburan, tetapi cukup melakukan hobby, misalnya mendengarkan music, atau nonton bersama teman/ sahabat, menulis, menggambar, mendekor kamar pribadi dan hal sederhana lain, yang sekiranya dapat membantu fikiran menjadi lebih fresh.