Bystander Effect


Pernahkah Anda mengalami kecelakaan, seperti jatuh tersandung atau bahkan kecelakaan lalu lintas, tapi tak ada satu pun orang yang menolong sampai Anda mencoba bangun sendiri? Atau ketika anda membutuhkan bantuan di grup sosial media tapi tidak ada satupun yang merespon anda? Jangan khawatir, Anda tidak sendirian.

Fenomena ini dinamakan Bystander effect. Ketika seseorang membutuhkan bantuan, orang-orang di sekitarnya yang melihat akan berpendapat pasti ada yang membantu. Celakanya, semua orang berpikiran seperti itu dan akhirnya tak seorang pun datang membantu.

Ada dua penyebab bystander effect

  1. Merasa bahwa sesuatu yang terjadi dilihat oleh banyak orang, sehingga tidak terlalu bertanggung jawab untuk melakukan tindakan.
  2. Kebutuhan untuk bertindak benar secara sosial, sehingga ketika banyak orang tidak mengambil tindakan. Seseorang cenderung juga ikut tidak mengamil tindakan.

Apa yang perlu kita lakukan?

  1. Melihat sebuah situasi itu sebagai situasi yang darurat
  2. Meningkatkan kepedulian dalam diri kita
  3. Sadar bahwa seseorang membutuhkan bantuan kita, dan kita bertanggung jawab untuk menolong

Nah, sudah paham kan? Sekarang jangan hanya melihat ketika seorang butuh bantuan di dunia nyata maupun di dunia maya, tapi juga take action untuk menolong mereka.

Referensi

Meinarno, S. W. 2009. Psikologi Sosial. Jakarta: Salemba Humanika.

berita kesehatan. (2015, Maret 27). Retrieved Mei 14, 2018, from www.CNN.com: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20150327130618-255-42332/bystander-effect-tak-hanya-terjadi-pada-orang-dewasa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.