ILM: “Tekanan untuk Mencapai Standar Kurus yang Tidak Realistis”

Hampir setiap wanita mendambakan tubuh langsing seperti model-model majalah atau artis. Saat ini hampir setiap wanita menjalankan diet untuk dirinya sendiri demi mencapai berat badan yang diidam-idamkan. Entah diet tersebut dengan pengawasan dokter atau diet sehat atau bahkan diet asal-asalan. Tetapi bila ketakutan untuk menjadi gemuk terlalu besar sehingga mencegah dirinya sendiri untuk makan, maka hal tersebut perlu diwaspadai sebagai gangguan makan (eating disorder) yang disebut anorexia nervosa.

Anoreksia, atau lebih tepatnya anorekxia nervosa merupakan suatu keadaan gangguan psikologis di mana penderita menolak untuk menjaga berat badan normal, disertai adanya ketakutan yang sangat akan penambahan berat badan atau ketakutan menjadi gemuk walaupun kenyataannya pasien sangat kurus.
Selain itu, penderita anoreksia mengalami gangguan persepsi terhadap dirinya sendiri terhadap berat badan, ukuran tubuh atau bentuk tubuh. Menurut data yang dikutip situs womenfitness.com, 90% dari penderita anorexia adalah perempuan. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa laki-laki juga bisa mengidap anorexia.

Iklan Layanan Masyarakat – ILMPI Wi III

#ILM
#ILMPIWil3
#ILMPI

RAKORWIL: “Satu Rasa Dalam Bingkai Nusantara”

RAKORWIL: “Satu Rasa Dalam Bingkai Nusantara”

Haii mendoan’s !!
Rakorwil sebentar lagi nih..
Yuk ikut ramein acaranyaa,
banyak cerita yg bakal kalian
dapet lhoo abis ikut acara ini…
Mau tau?
Cari jawabannya sendiri,
caranya dtg ke acara Rakorwil…
Kapan sih? 19-21 Agustus 2016
Dimana?
Di kampus UMP (Universitas Muhammadiyah Purwokerto)
So….
Jgn berpikir terlalu panjang
Buat dateng ke Purwokerto,,
ato nanti keburu ketinggalan cerita..
Ar Yu redhii???

Rapat Koordinasi Nasional dan Temu Ilmiah Nasional ILMPI 2016, Bandung

Rapat Koordinasi Nasional dan Temu Ilmiah Nasional ILMPI 2016, Bandung

image

image

image

 

image

“TEMU ILMIAH NASIONAL”
Yuk bagi kamu mahasiswa Psikologi yang mau ikutan lomba
– Social Intervention
– Call for Paper
– Poster Design
– Video Instagram

———-
>> Tema hermes belts Umum : KEJAHATAN SEKSUAL
>> Pendaftaran : 1 Agustus poloponynetwork.com – 16 September 2016
>> Persyaratan peserta :
– Mahasiswa hermes scarf tying application for employment
Psikologi yang Universitasnya tergabung dalam ILMPI
– Peserta boleh perorangan atau kelompok  (jumlah peserta tidak dibatasi)
>> Formulir hermes h belt pendaftran: bit.ly/29cdbvB

More info
www.ilmpi.org/rapat-koordinasi-nasional-2016
______

Follow us on:
Twitter: @rakornas_2016
Instagram: rakornas2016
Facebook: Rakornas Unpad

Contact person:
08132427074 (Karina)

Open Pre-Order Kaos Psikologi ILMPI Wilayah III

 

📣 Assalamualaikum teman-teman 👬👭 Kami dari ILMPI Wilayah 3 mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri mohon maaf lahir dan batin 👼

✏Untuk melengkapi libur lebaran hermes belt dan semesteran kalian, rasanya kurang pas jika hermes birkin bag tak memakai pernak pernik yang berbau psikologi kan 🙊🙉🙈
📌 Maka dari itu kami telah mempersiapkan beberapa design poloponynetwork.com kaos psikologi yang beda dari yang lainnya 😺
Jangan takut kawan, kaos (kaos) ini bisa kalian dapat dengan harga 70.000 saja (lengan panjang 75.000) 😽

📆 open hermes scarf tying application for employment
PO akan kami buka pada tanggal 6 Juli – 6 Agustus 2016

So tunggu apa lagi, segera hubungi kontak kami disini
👉 (line) : sfirdausia
No hp : 082243648935

#ILMPIEVENT “Peran Komik Sebagai Media  Hiburan dan Aspirasi Publik”

#ILMPIEVENT “Peran Komik Sebagai Media Hiburan dan Aspirasi Publik”

 

Ayo agendakan guys :);)

Hello! We’re back!
Psikologi Jurnalistik Fakultas Psikologi Univeritas Diponegoro Proudly Presents:  Seminar Nasional Jurnalistik 2016 “Peran Komik Sebagai Media  Hiburan dan Aspirasi Publik”

With our well-known speakers:
📌Faza Meonk (Komikus “Si Juki”)
📌Muhammad Misrad (Komikus “Mice Cartoon”)
📌Rizal Fahmi (Komikus “Bang Gaber”) Don’t want to miss this cool hermes scarf tying application for employment
hermes belt event? Make hermes handbags sure you write these down your note!

When:
*Sunday, August 28, 2016
*08.00 a.m. ’til drop
(open gate starts from 07.00 a.m.) Where:
Aula Teknik Sipil Universitas Diponegoro

Ticket price:
50 K
(Include: certificate, book signing session, snack, and seminar kit)

How do I sign?
Nama_Universitas/Instansi_Fakultas_No.HP

Contact Persons:
(Line) rafialifudin/ (smartphone) 085716215513
(Line) desyynp/ (smartphone) 082137890860

Seminar Nasional Jurnalistik 2016:
Draw Your Aspiration, Create poloponynetwork.com Your Inspiration! 🙌🙌 Psikologi Jurnalistik
#Salamtinta
#Salamcinta
#Psikojurjaya

Open PO Kaos Kece ILMPI Wilayah III

Assalamualaikum teman-teman

Kami dari ILMPI Wilayah 3 mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri mohon maaf lahir dan batin

Untuk melengkapi libur lebaran dan semesteran kalian, rasanya kurang pas jika tak memakai pernak pernik yang berbau psikologi kan

Maka dari itu kami telah mempersiapkan beberapa design kaos psikologi yang beda fake hermes belt
dari yang lainnya
Jangan takut poloponynetwork.com kawan, kaos-kaos ini bisa kalian dapat dengan harga 70.000 saja (lengan panjang 75.000)

open PO akan kami buka pada tanggal hermes scarf tying application for employment
6 Juli – 6 Agustus 2016

So tunggu apa lagi, segera hubungi kontak hermes outlet kami disini
line: sfirdausia
No hp : 082243648935

BERBAGI CERIA DI BULAN RAMADHAN

Marhaban Ya Ramadhan, Alhamdulillah kita telah memasuki bulan yang penuh dengan rahmat, hidayah serta ampunan ini bagi umat islam yang menjalankannya. Bulan Ramadhan adalah bulan dimana umat Islam berlomba-lomba mendapatkan pahala. Sedekah di bulan Ramadhan salah satunya dengan cara berbagi makanan untuk berbuka puasa atau sahur. Pada Ramdhan kali ini Ikatan Lembaga Mahasiswa Psikologi Indonesia (ILMPI) Wilayah III mengadakan acara   Berbagi Ceria.

  Berbagi Ceria merupakan progam kerja dari Badan Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat (BPPM). Acara ini diadakan pada hari Kamis,16 Juni 2016.   Bebagi Ceria berlangsung di Panti Asuhan Yatim Putri Aisyah Cab. Kota Barat yang beralamatkan di Jl. Sam Ratulangi No.34-38 Surakarta. Acara   Berbagi Ceria ini bukan hanya sekedar untuk berbuka bersama, tetapi acara dibuat sesuai dengan pemberian namanya yaitu membuat acara agar teman-teman di panti asuhan merasa ceria dibulan Ramadhan ini.

Sesampainya disana kami disambut teman-teman panti asuhan dengan senyum keceriaan. Kami memulai acara pukul 15.45 dengan dibuka oleh Ade Sintya dan Triana Nur Baity sebagai pemandu acara. Kata peribahasa tak kenal maka tak sayang, maka selanjutnya perkenalan dari teman-teman Panti Asuhan Yatim Putri Aisyah. Selesai perkenalan kami ngabuburit atau menunnggu waktu buka puasa. Ngabuburit kali ini kita mngemasnya dengan cara yang berbeda, yaitu kita isi dengan permainan yang sangat menarik dan membuat suasan asemakin ramai dan ceria. Permainan ini diberinama joget Jiggy Joy. Jadi semua teman-teman panti diharuskan berjoget bersama. Permainan ini bertujuan agar menumbuhkan semangat dan mencairkan suasana sehingga hermes belts replica acara dapat berjalan dengan asik dan akrab.

Teman-teman Panti Asuhan Putri Aisyah begitu senang dengan permainan ini, karena pada akhirnya semua tertawa yang sebelumnya masih malu-malu. Kemudian teman-teman menjadi semangat untuk mengikuti acara selanjutnya, yaitu game kreasi sampah. Game ini bertujuan untuk menunjukkan kreativitas hermes scarf tying application for employment
dari teman-teman dipanti tersebut. Permainan ini terbagi menjadi 5 kelompok, masing-masing kelompok official website terdiri dari 4-6 orang. Permainan disini teman-teman panti diminta untuk membuat sesuatu yang berguna yang berbahan dasar sampah. Semakin banyak sampah yang digunakan maka kelompok tersebutlah yang akan memenangkan permainan kreativitas ini. Dan pemenang dari permainan ini dimenangkan oleh kelompok 3, karena kelompok 3lah yang berhasil memanfaatkan banyak jenisbahan sampah.

Waktu berbuka puasa telah tiba maka aktivitas dihentikan sejenak untuk berbuka puasa. Kemudian dilanjutkan dengan sholat Maghrib berjamaah, yang di imami  pimpinan dari Yayasan panti Aisyiyah. Setelah sholat kami makan nasi bersama dari ILMPI sekaligus  pembagian hadiah bagi yang menang dan teman-teman yang berpartisipasi. Acara yang berikutnya penutupan sekaligus berpamitan kepada pengasuh dan teman-teman Panti Asuhan Aisyiyah. Setelah itu adalah sesi foto bersama dan bersalaman satu persatu untuk mengucap salam perpisahan. Semoga dengan acara berbgai rasa hermes bracelet berbagi ceria kali ini kita dapat terus membagikan keceriaan untuk teman-teman di sekitar kita. Karena kebahagiaan tidak akan kurang jika dibagi, justru akan bertambah. Selamat menunaikan Ibadah Puasa

Re-internalisasi Pendidikan Karakter dan Adab Membentuk Ketahanan Mental

Kondisi kehidupan yang semakin kompleks dan tidak memanusiakan manuisa berdampak pada kondisi mental. Kondisi mental ini diperparah banyaknya tontonan yang tidak menyuguhkan sebuah tuntunan yang baik. Misal, banyaknya tayangan yang menampilkan hedonis, kapitalistik,  pragmatis, individualistik, dan bahkan gaya hidup yang bebas menjadikan rapuhnya kondisi mental. Rapuhnya kondisi mental ini salah satunya berdampak pada penyalahgunaan terahadap obat-obatan terlarang. Hal ini sebagai alternatif jalan keluar dari segala macam ekspektasi yang diinginkan akan tetapi tidak sesuai dengan kenyataan yang diharapkan.

Sesuai dengan apa yang dirilis oleh kantor berita Antara Jakarta yang bersumber dari Badan Narkotika Nasional (BNN) berdasarkan laporan UNODC (lembaga survey internasional) yang menempatkan Indonesia pada tahun 2015 lalu pada posisi peringkat pertama mengenai peredaran narkotika di wilayah ASEAN. Kemudian berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh BBN dan Universitas hermes h belt Indonesia bahwa pengguna obat-obatan terlarang tercatat dimulai dari rentang usia 10 sampai 59 tahun (Sumber: www.antaranews.com).

Berdasarkan data dari BNN tersebut mengindikasikan bahwa kualitas mental masyarakat Indonesia memiliki ketahanan mental yang  rapuh. Indikator yang dapat dijadikan dasar adalah adanya mental-mental yang berorientasi pada hasil akhir yang baik (best output) akan tetapi tidak mengedepankan pada proses yang baik yang dapat dilakukan (best process). Sehingga menjadikan banyaknya masyarakat Indonesia yang mudah mengambil jalan-jalan pintas yang dianggap sesuai agar mampu mencapai tujuan yang diinginkan.

Mental pragmatis, hedonis, dan praksis hermes h belt ini merupakan indikator yang nyata. Di mana ketika mereka telah sampai pada tujuan yang diinginkan dengan segala macam bentuk popularitas dan fenomena puncak kejayaan, menjadikan banyak yang tidak tahan dengan godaan karena tidak memiliki pondasi dasar yang kokoh. Kemudian menyebabkan  banyak yang terjerat pada pusaran narkoba. Hal ini terbukti, berdasarkan realitas di masyarakat dapat menyaksikan di televisi akhir-akhir ini banyak orang-orang berurusan dengan hukum akibat penyalahgunaan obat-obatan terlarag.

Orang-orang tersebut antara lain adalah selebritis, pimpinan partai politik, anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), penegak hukum, bahkan seorang hakim yang memiliki kewenangan untuk mengadilipun akhirnya diadili. Tidak sampai di situ juga, mahasiswa dan pelajar yang belum berpenghasilanpun ikut terjerat barang haram narkoba. Fakta ini mengindikasikan bahwa narkoba tidaklah pandang bulu dalam menjerat para penggunanya yaitu masyarakat Indonesia yang memiliki ketahanan mental yang lemah (Purwowiyoto: Tabloid Profesi Kardiovaskuler, 2014).

Di sisi lain pendidikan yang didapat seeorang sampai pada jenjang yang tinggi pun belum tentu menjadi jaminan dan manifestasi akan kondisi ketahanan mental yang kokoh. Sebab, jika dalam konteks ini pendidikan yang ada hanya sebatas membicarakan tahu apa (kognitif). Maka, tanpa adanya implementasi dan dibiasakan sampai dengan kapanpun tak akan mampu mewujudkan bangunan ketahanan mental yang kokoh.

Boomingnya character building pada tahun 2013 dari implementasi kurikulum 2013 yang berbasis karakterpun tak berdampak secara signifikan terhadap membangun karakter yang dimiliki setiap orang. Akan tetapi, semakin hari kualitas dari karakter masyarakat Indonesia makin mencemaskan. Kasus-kasus yang melibatkan siswa misalnya, banyaknya siswa yang tidak memiliki akhlak, moral, dan budi pekerti yang baik serta dinilai tidak memiliki kesalehan, baik di lingkungan rumah, sekolah, dan masyarakat menunjukan adanya sebuah hal yang salah dengan sistem pendidikan nasional Indonesia yang menekankan karakter tersebut (Wijaya: Tribun Jateng, 2015).

Hampir setiap hari kita bisa menyaksikan berbagai perilaku penyimpangan dalam realitas sosial. Seperti menurunya moral dan tata krama sosial dalam praktik kehidupan sekolah maupun masyarakat, yang pada dasarnya tidak sesuai dengan nilai-nilai agama dan budaya lokal masyarakat setempat. Bahkan justru sering terlibat dalam berbagai tindakan kekerasan massal dan perilaku yang menyimpang lainnya termasuk penyalahgunaan obat-obatan terlarang.

Potret Mental Masyarakat Indonesia

Dalam bukunya yang berjudul, Pribadi karya Prof. Hamka memberikan gambaran tentang sosok manusia yang pandai tetapi tidak memiliki pribadi yang unggul: “Banyak guru, dokter, hakim, insinyur, banyak orang yang bukunya satu gudang dan diplomanya segulung besar, tiba dalam masyarakat menjadi “mati”, sebab dia bukan orang masyarakat. Hidupnya hanya mementingkan dirinya, diplomanya hanya untuk mencari harta, hatinya sudah seperti batu, tidak mempunyai cita-cita, lain dari pada kesenangan dirinya. Tidak memiliki pribadi yang kuat. Dia bergerak bukan karena dorongan jiwa dan akal. Kepandaiaannya yang banyak itu kerap kali menimbulkan takutnya. Bukan hermes scarf tying application for employment
menimbulkan keberaniannya memasuki lapangan hidup (Hamka: Bulan Bintang, 1982).

Pendapat yang hampir sama dijabarkan oleh budayawan Mochtar Lubis mengenai kondisi mental masyarakat Indonesia yang memberikan deskripsi mengenai karakter bangsa Indonesia yang sangat negatif pada masanya. Dalam ceramahnya di Taman Ismail Marzuki (TIM) pada tanggal 6 April 1977, Mochtar Lubis mendeskripsikan ciri-ciri umum manusia Indonesia sebagai berikut: munafik, enggan bertanggung jawab, berjiwa feodal, masih percaya takhayul, lemah karakter, cenderung boros, suka jalan pintas, dan sebagainya. Bahkan ada bagian paling menarik dari pemaparan yang digambarkan oleh beliau pada ciri kelima manusia Indonesia yaitu  mempunyai watak yang lemah dan karakter yang kurang kuat (Lubis: Yayasan Obor Indonesia, 2001).

Sehingga jelaslah, gambaran mental masyarakat Indonesia tak jauh beda kondisi dulu dengan kondisi sekarang. Memang, bisa jadi pendapat para tokoh tersebut hanya dapat dijadikan sebagai sebatas opini saja. Sebab, kita tidak mengetahui kondisi yang senyatanya pada waktu itu. Sedangkan, jika kalimat itu diterapkan pada masa sekarang banyak bukti yang dapat dijadikan dasar. Contoh yang konkrit misalnya, banyak pejabat, tokoh intelektual, publik figur, sampai dengan pelajar yang tak berpenghasilanpun terjerat pada yang dinamakan barang haram narkoba.

Itulah potret mental manusia Indonesia yang kurang kuat dalam mempertahankan atau memperjuangkan keyakinannya. Begitu mudah, apalagi jika dipaksa dan demi untuk survive bersedia mengubah keyakinannya. Ketika kondisi mental masyarakat Indonesia seperti itu, hal negatif pasti akan sangat mudah untuk menginjeksi.

Re-internalisasi Pendidikan Karakter dan Adab

Berdasarkan rekomendasi World Health Organization (WHO) seseorang dikatakan memiliki mental yang sehat apabila memenuhi 4 unsur. Unsur tersebut yang pertama adalah sehat secara jasmani (fisik), sehat secara emosional (rohaniyah), sehat secara spiritual, dan sehat secara sosial. Empat unsur hal dasar ini merupakan syarat utama seseorang dikatakan memiliki kondisi mental yang sehat atau tidak. Namun hal dasar ini tidaklah cukup ketika dijadikan dasar untuk membentuk bangunan ketahanan mental yang kokoh. Karena komponen ini hanya bersifat pondasi dasar sehingga dibutuhkan komponen-kompeonen lain agar mampu membentuk struktur bangunan mental yang kuat.

Salah satunya agar mampu membentuk struktur bangunan ketahanan mental yang kuat yaitu dengan pendidikan yang berkualitas. Pendidikan yang berkualitas tidak lain adalah proses aktualisasi potensi diri manusia untuk menjadi lebih baik. Seperti yang diungkapkan oleh  salah satu pakar pendidikan Indonesia, Munif Chatib tujuan akhir pendidikan yaitu mampu memanusiakan manusia. Pernyataan ini mendapatkan persetujuan dari definisi pendidikan itu sendiri yang berasal dari kata “didik” yang mendapat awal “pe” dan akhiran “an” yang mengandung arti perbuatan mendidik (Chatib: Kaifa, 2012).

Yang menjadi menarik adalah seperti apakah pendidikan yang berkualitas tersebut. Pendidikan yang berkualitas tak lain bukanlah yang melangit dengan menggunakan bahasa-bahasa ilmiah yang sulit dipahami. Akan tetapi yang bersifat organik sehingga mampu diserap oleh diri sendiri dan lingkungan yang ada disekitar. Dengan demikian, pendidikan yang mampu membangunkan sisi kemanusiaan (karakter) dan memiliki adab yang mampu membentuk kokohnya mental masyarakat Indonesia (Latif: Mizan, 2014).

Dalam hal ini, blue print pendidikan Indonesia secara idealitas telah tercantum dalam pembukaan UUD 1945 pada alenia ke-IV. Di mana tujuan pendidikan Indonesia yaitu mampu mencerdasakan kehidupan bangsa. Kemudian dispesifikasikan kembali ke dalam UU Sisdiknas nomor 20 tahun 2003 pasal 3 bahwa “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.

Sehingga jelas, blue print tersebut ditujukan untuk mampu menciptakan manusia Indonesia yang paripurna. Akan tetapi, secara realita pendidikan yang ada hanyalah mendewakan salah satu komponen dasar yang dimiliki manusia Indonesia yaitu segi kognitif. Hal ini berdampak kepada hasil output yang hanya sebatas “tahu apa”. Setelah itu, yang terjadi pendidikan hanyalah menyuguhkan manusia-manusia yang tak ubahnya seperti mesin ataupun robot (Chatib: Kaifa, 2012).

Munculnya gagasan mengenai program pendidikan karakter di Indonesia bisa dimaklumi. Sebab selama ini, dirasakan proses pendidikan belum berhasil membangun manusia Indonesia yang berkarakter apalagi beradab. Bahkan, banyak yang menyebut bahwa pendidikan Indonesia telah gagal termasuk pendidikan karakter itu sendiri. Karena banyak lulusan sekolah atau sarjana yang piawai dalam soal ujian, berotak cerdas, tetapi memiliki ketahanan mental dan moral yang lemah.

Banyak pakar bidang moral dan agama yang sehari-hari mengajar kebaikan, tetapi perilakunya tidak sejalan dengan ilmu yang diajarkannya. Bahkan sejak kecil, anak-anak diajarkan menghafal tentang bagusnya sikap jujur, berani, kerja keras, kebersihan dan jahatnya kecurangan. Tapi, nilai-nilai kebaikan itu diajarkan dan diujikan sebatas pengetahuan di atas kertas dan dihafal sebagai bahan yang wajib dipelajari, karena diduga akan keluar dalam kertas ujian (Husaini: Cakrawala Publishing, 2012).

Jadi tidaklah salah ketika pendidikan karakter yang ada akan tetapi pengajar dan yang diajar tidak mepunyai karakter dan bahkan memiliki adab. Seperti halnya diberikan pengetahuan mengenai seluk beluk mengenai narkoba dan bahayanya melalui pendidikan anti narkoba akan tetapi tetap saja menggunakan. Sebab dalam konteks ini pendidikan karakter dan adab hanya sebatas ditujukan sebagai transfer of knowladge. Sehingga, pendidikan karakter akan menjadi percuma ketika tidak diinternalisasikan nilai-nilai yang ada. Karena hal ini hanya akan menghasilkan sebatas pengetahuan berupa karakter saja bukan menjadi kepribadian yang memiliki adab yang melekat dalam setiap tingkah laku.

Mental yang Kokoh

Ada sebuah kalimat yang tidaklah asing ditelinga. Kalimat hermes leather bracelets
tersebut yaitu mensana in corporisano (di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat). Slogan itu sangatlah tepat ketika dinisbatkan kepada orang-orang yang tidak mengkonsumsi narkoba. Hal ini terbukti, orang yang mengkonsumsi narkoba secara fisiologis akan terganggung fungsi-fungsi tubuh yang ada. Dampak dari itu semua akan mengganggu kondisi kesehatan mental yang ada.

Jika merujuk kalimat itu secara utuh tidaklah relevan ketika dinisbatkan untuk mampu mewujudkan ketahanan mental yang kokoh sehingga dapat mencegah penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Akan tetapi, ketika redaksi tersebut susunan kalimatnya dirubah maka bisa jadi untuk mampu menghalau penyalahgunaan penggunaan obat-obatan terlarang. Sehingga redaksinya menjadi “di dalam jiwa yang kuat terdapat tubuh yang sehat”. Karena jiwa yang kuat mampu membentuk ketahanan mental yang kokoh.

Dasar lainpun memperkuat agar mampu membentuk ketahan mental yang kokoh. Hal ini terdapat dalam kutipan lagu kebangsaan kita yang telah dirumuskan oleh orang-orang hebat jauh sebelum Indonesia merdeka. Salah satu tokoh tersebut yaitu Ki Hajar Dewantara yang menginisiasi dan kemudian mengilhami W.R. Soepratman menuliskan lirik berupa “….bangunlah jiwanya bangunlah raganya….” pada lagu Indonesia Raya. Dengan demikian jelas, membangun jiwa adalah prioritas agar mampu membangun mental-mental yang kuat (Purwowiyoto: Tabloid Profesi Kardiovaskuler, 2014).

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Chatib, Munif. 2012. Sekolahnya Manusia. Bandung: Kaifa.

Hamka. 1982. Pribadi. Jakarta: Bulan Bintang.

Husaini, Adian. 2012. Pendidikan Islam Membentuk Manusia Berkarakter dan Beradab. Jakarta: Cakrawala Publishing.

Lubis, Mochtar. 2001. Manusia Indonesia. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Latif, Yudi. 2014. Mata Air Keteladanan: Pancasila Dalam Perbuatan. Bandung: Mizan.

Purwowiyoto, Budhi S. “Bangunlah Jiwaya (Deskripsi, Komparasi, Refleksi)”. Dalam Tabloid Profesi Kardiovaskuler. Edisi XIX. Jakarta.

Wijaya, Bhatara Dharma. 2016. “Potret Mentalitas Pendidikan”. Dalam Tribun Jateng, 7 April 2016. Semarang.

http://www.antaranews.com/berita/474528/bnn-transaksi-narkoba-indonesia-tertinggi-se-asean (Diakses, 15 Juni 2016).

#GantiTembakaumu

#GantiTembakaumu

 

#gantitembakau mu
Dengan membeli susu untuk anakmu
#gantitembakau mu
Dengan memberi 1x makan hermes outlet pada hermes belts replica anak yatim piatu
#gantitembakau mu
Dengan berinvestasi kesehatan untuk mu kelak agar tidak merepotkan keluarga hermes scarf tying application for employment
dan orang birkin bag hermes lain

#gantitembakau mu
Ganti pada hal yang bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, orang lain dan bangsa.

#HariTanpaTembakauSedunia
#ILMPI