The Psychology Of Magic Or The Magic Of Psychology?

Sumber foto : RecruitingTools.com

The Psychology Of Magic Or The Magic Of Psychology?

Tiara Khoirunnisa

Magic biasanya ditampilkan dalam sebuah acara pertunjukkan dimana kita sebagai penonton kadang tercengang dan menarik rasa keingintahuan kita  akan trik yang di gunakan pesulap tersebut,  seperti kelinci yang keluar dari topi, tebakkan kartu yang tepat oleh pesulap, atau pertunjukkan memotong tubuh mausia kemudian dapat menyambungkannya lagi. apakah itu bagian dari kekuatan supranatural ataukah itu adalah gabungan dari ilmu pengetahuan pasti banyak dari kita yang bertanya-tanya akan hal itu.

Pertujukkan seni magic sudah ada sejak ribuan tahun sebelum masehi, menurut sejarah pertama kali sulap ini di ceritakan bahwa raja Cheops memanggil salah satu pesulap untuk memainkan trik magic di depan raja dengan memenggal kepala ayam lalu mengembalikanya kembali seperti awal. Bagaimana bisa hal ini terjadi apakah ini adalah sebuah permaian kogitif pesulap.

Pesulap adalah ahli dalam ilusi, dan mereka telah mengembangkan metode yang menakjubkan untuk memanipulasi pengalaman kita Secara intuitif, hubungan antara magic dan psikologi tampak jelas: pesulap menggunakan teknik seperti misdirection untuk memanipulasi perhatian kita, ilusi untuk mengubah persepsi kita, dan memaksa untuk mempengaruhi keputusan kita. Beberapa perintis awal dalam Psikologi mengakui kaitan erat antara magic dan psikologi ini dan mempublikasikan makalah ilmiah menarik yang menyelidiki teknik magic. Meskipun beberapa peneliti telah menggunakan trik magic untuk mempelajari kognisi secara tidak langsung (misalnya, psikolog perkembangan), beberapa telah berusaha untuk mengikat magic ke dalam ilmu psikologi.

Pada tahun 2005, Kuhn dan Tatler menerbitkan salah satu paper terbaru tentang pengalihan perhatian, yang menggambarkan bagaimana prinsip magic dapat digunakan untuk mempelajari perhatian visual. Sementara tulisan ini menarik minat, banyak ilmuwan pada saat itu skeptis tentang gagasan menggunakan magic untuk mengeksplorasi kerja pikiran. Meskipun hubungan antara magic dan psikologi itu intuitif, pendekatan ini membutuhkan paradigma baru dan mungkin cara berpikir baru tentang mekanisme kognitif. Namun, karena beberapa peneliti memiliki akses ke armamentarium rahasia teknik magis, mempelajari magic secara ilmiah menjadi hak istimewa sekelompok kecil peneliti yang memiliki pengalaman langsung dalam magic.

Pada dekade terakhir telah melihat lonjakan dalam  penelitian yang telah menggunakan magic untuk menjelajahi berbagai topik dalam psikologi. Kerangka konkret sekarang menjelaskan bagaimana magic dapat dipelajari secara ilmiah dan keuntungan yang dapat diberikan oleh arah ini. Apa yang dulunya bidang terbatas untuk beberapa ilmuwan telah berkembang pesat menjadi domain penelitian yang dinamis. Sementara banyak penelitian telah berfokus pada misdirection,  magic psychology telah diperluas ke bidang-bidang seperti pengambilan keputusan, pemecahan masalah, objek permanen, pembentukan keyakinan, tindakan visualmotor, sense of agency, dan antisipasi perseptual .

Menjadi pesulap profesional membutuhkan ribuan jam latihan dan sebagian besar pesulap belajar keterampilan mereka melalui jejaring sosial informal. Beberapa pesulap juga mempelajari keilmuan psikologi salah satunya dedy corbuzier, ia adalah seorang sarjana psikologi. Keilmuan psikologi bagi para pesulap banyak berguna diatas panggung, ada tiga konsep utama psikologi yang sering di gunakkan dalam pertunjukkan magic, yaitu:

  1. Psychologycal misdirection (pengalihan perhatian secara psikologi)

Ada kepercayaan umum bahwa seorang pesulap menyembunyikannya metode (yaitu teknik yang digunakan) dengan mengandalkan kecepatan. Tapi anggapan itu salah bahwa ‘tangan lebih cepat dari mata’ kenyatannya kebanyakan manipulasi dilakukan dengan kecepatan normal. Daripada mengandalkan kecepatan, kesuksesan sebuah trik magic biasanya bergantung pada pengalihan perhatian sehingga penonton tidak memperhatikan bagaimana hal itu terjadi.

Pengalihan perhatian secara psikologi mengontrol perhatian penonton dengan memanipulasi harapan mereka. Tujuan pesulap adalah untuk mengurangi kecurigaan bahwa mereka sedang di tipu oleh trik magic tersebut. Sebagai contoh, dia bisa membutuhkan alat khusus yang diperlukan tersembunyi dari pandangan penonton dengan memasukkannya kembali ke sakunya. Jika itu tindakan memasukkan tangannya ke sakunya tampak normal , tindakan akan menyebabkan kecurigaan jauh lebih sedikit pada penoton dan karena itu akan jauh lebih mungkin untuk tidak diperhatikan. Cara lain untuk mengurangi kecurigaan adalah dengan menjaga penonton dalam ketegangan seperti apa yang  mereka lihat seperti dengan tambahan musik yang menengangkan atau pesulap kelihatan akan gagal dalam aksinya. Sebagaimana para penonton tidak tahu apa yang akan mereka harapkan. Terkait hal ini, aturan kunci dalam magic menyatakan bahwa trik magic tidak boleh diulang. Memang, telah ditunjukkan bahwa baik pengulangan dan pengetahuan sebelumnya tentang apa yang akan dilihat penonton meningkatkan kemungkinan bahwa mereka mengamati akan mendeteksi trik.

  1. Cognitive illusion (ilusi kognitif)

Sebagian besar pesulap  cenderung mengandalkan tingkat yang lebih tinggi yaitu faktor kognitif,  daripada hanya menggunakan ‘asap dan cermin’ untuk menciptakan sebuah ilusi panggung. Contoh dari ini adalah menghilang koin. Di sini, penonton merasakan pesulap mentransfer koin dari satu tangan ke tangan lainnya, lalu menghilang. Namun kenyataannya, koin itu tidak pernah berubah tangan, diam-diam disebunyikan pada tangannya agar tetap tidak terilhat oleh penonton. Kunci untuk melibatkan trik magic dengan tangan kita harus menemukan sejauh mana tindakan ‘salah’ yang terjadi diubah untuk membuat penonton  merasa mereka melihat hal yang nyata . Mengapa efek semacam itu bisa terjadi? Jawabannya adalah karena Kecepatan saraf yang terbatas transmisi menyebabkan penundaan 100 ms antara stimulus kedatangan dan persepsi sadar. Salah satu cara untuk mengkompensasi hal ini adalah untuk memprediksi masa kini  (yaitu memprediksi hasil dari suatu peristiwa sebelum benar-benar diproses). Strategi ini sangat berguna dalam situasi yang membutuhkan respon cepat, prediksi semacam itu juga bisa membuat kita rentan untuk tertipu. Efek seperti ilusi koin yang hilang dan ilusi bola yang menghilang  menjadi bukti antara  konsistensi dengan prediksi yang dibuat oleh penonton. 

  1. Mental forcing

Dalam kasus kekuatan mental, penonton diminta untuk secara sederhana memikirkan sebuah kartu, pesulap kemudian memanipulasi penampilan salah satu kartu
untuk mendukung pilihan tertentu (diperlihatkan sedikit lebih lama dari kartu-kartu yang lain agar kartu tersebutlah yang dipilih oleh penonton). pada kekuatan mental ini pesulap dapat membuat penonton dipengaruhi oleh rangsangan bawah sadar. Penonton seakan-akan digiring oleh persepsi tidak sadar mereka tanpa menyadari sebenarnya ada intervensi pesulap kepadanya akan kartu yang ia pilih, penonton melihat tidak ada yang janggal atau aneh, pesulap meningkatkan pesan bahwa pilihan itu benar-benar adil. Efek semacam itu bisa berpotensi untuk diinvestigasi pembentukan dan distorsi ingatan manusia.

Dari penjelasan diatas kita sudah mengetahui bahwasannya magic itu bukan hanya soal hal-hal supranatural tetapi bisa di jelaskan dalam keilmuan psikologi, pesulap menggunakan keilmuan psikologi untuk menarik perhatian penonton. Magic bisa menjadi tontonan untuk segala usia, tontonlah sesekali bersama keluarga, tidak perlu kita harus membongkar semua triknya, karena hiburan yang sesungguhnya manakala kita terkesan dan tersenyum akan trik magic tersebut.

 

Sumber :

 

Gustav Kuhn, Alym A. Amlani, and Ronald A. Rensink. (2008) “Towards a science of magic”. Trends in Cognitive Sciences Vol.12 No.9

 

Diakses dari https://www.frontiersin.org/articles/10.3389/fpsyg.2016.01358/full, pada 13/04/2018

Musyawarah dan Rapat Kerja Nasional ILMPI 2018

Pada Maret 2018 lalu, Ikatan Lembaga Mahasiswa Psikologi Indonesia
(ILMPI) kembali mengadakan kegiatan tahunan Musyawarah Kerja dan Rapat Nasional
(MUKERNAS) ke-VIII, yang diadakan oleh Universitas Jambi, Provinsi Jambi.
MUKERNAS tersebut dihadiri oleh 30 Universitas yang tergabung menjadi anggota
ILMPI. MUKERNAS dilakukan untuk membahas beberapa hal penting, diantaranya
AD/ART, GBHO, GBHK, BPU, Laporan Pertanggungjawaban Nasional, Pemilihan
Pengurus Harian Nasional, dan penentuan program kerja tiap badan selama satu periode
kepengurusan, serta penentuan tender RAKORNAS dan MUKERNAS selanjutnya.
Universitas Jambi sebagai panitia pelaksana juga menyelenggarakan
serangakaian kegiatan MUKERNAS, yakni Temu Ilmiah Nasional yang
mempertandingkan beberapa cabang lomba seperti Call for Poster, Video Competition,
dan Essay Competition. Selanjutnya, ada Seminar Nasional dengan tema “Kesehatan
Mental di Perkotaan: Prepare Our Mental Health for the Better Future”. Pada hari
terakhir, para delegasi dan peserta MUKERNAS ke-VIII melakukan field trip berkeliling
Kota Jambi. Adapun destinasi yang dikunjungi adalah Candi Muara Jambi, Gentala
Arasy, Museum Gentala Arasy, dan Kampung Batik. Tentunya bagi peserta MUKERNAS
kegiatan tersebut merupakan hal yang sangat dinanti-nantikan setelah beberapa hari
mengikuti MUKERNAS yang menguras pikiran.
Banyak hal yang dapat menjadi pembelajaran penting selama MUKERNAS ke-
VIII ILMPI. Banyak canda-tawa, suka, dan duka yang mewarnai 6 hari kebersamaan
antar mahasiswa psikologi dari Sabang sampai Merauke. Berikutnya pada bulan
September ini, ILMPI akan kembali mengadakan Rapat Koordinasi Nasional
(RAKORNAS) yang akan dilaksanakan di Universitas Pancasila, Jakarta.
Sebagaimana bunyi tagline ILMPI, “Mewujudkan Indonesia Tersenyum dengan
Psikologi”, diharapkan para mahasiwa psikologi seluruh Indonesia turut mendukung dan
berkontribusi dalam mewujudkan visi dan misi ILMPI.

 

Relasi Hubungan Sehat

Relasi Hubungan Sehat

Nanda Wijayanti

“Tanda berpacaran yang sehat bukan berarti tidak ada konflik sama sekali, tetapi justru ketika konflik muncul, kamu dan pasangan secara bersama saling mengusahakan bagaimana mengatasi konflik tersebut”
– Astrid Wen M.Psi –

Sudahkah kalian memiliki relasi hubungan yang sehat ?

Dewasa ini, kita mengenal istilah komitmen yang terbungkus dalam suatu ikatan bernama pacaran, pacaran merupakan sebuah relasi hubungan yang dilakukan oleh dua insan yang saling mencintai. Pada umumnya stereotip masyarakat beranggapan bahwa pacaran dominan memberikan dampak negatif, padahal dampak negatif atau positif akibat pacaran ditentukan oleh sehat atau tidaknya hubungan yang dijalani oleh pasangan.Relasi hubungan  yang sehat akan membawa pasangan pada kehidupan yang progersif dan suportif. Lalu bagaimana menjalin relasi hubungan yang sehat ? tentunya semua dimulai dari diri sendiri.

Lebih Mengenal Diri Sendiri

Untuk menjalin hubungan yang sehat individu dituntut untuk mengeneli dirinya sendiri dengan baik, hal ini adalah kunci keberhasilan dalam mengenali karakter pasangan

Menghargai Kebutuhan Akutalisasi Diri Sendiri

Kita tahu bahwa dalam diri manusia terdapat keinginan untuk yang terbaik yang dari yang dia bisa, Maslow menyatakan bahwa aktualisasi diri adalah proses menjadi diri sendiri dan mengembangkan potensi-potensi yang ada dalam diri masing-masing individu. Dalam relasi hubungan yang sehat diperlukan penghargaan terhadap kebutuhan aktualiasi diri dalam artian harus menjadi diri sendiri dan mengembangkan potensi yang ada.

Tahu Nilai-nilai Yang Kita Usung

Budaya timur berbanding terbalik dengan budaya barat, oleh sebab itu setiap individu harus memiliki prinsip untuk mematuhi norma yang ada agar tidak terjadi gunjingan dari masyarakat yang membuat hubungan menjadi retak

Tidak Sembarang Bilang Sayang Kepada Orang yang Tidak Dalam Nilai dan Frekuensi Yang Sama
Tentunya setiap individu harus bisa menempatkan diri kepada siapa ia mengatakan sayang, jadi tidak menimbulkan kecemburuan yang mengakibatkan munculnya konflik.

Setelah memulai dari diri sendiri, relasi yang sehat harus dibangun bersama, karena komitmen bersama semua keputusan dalam menjalani hubungan harus atas persetujuan bersama, agar tidak ada salah satu pihak yang merasa dirugikan sehingga mengalami KDP kekerasan dalam pacaran, hal apa saja yang bisa dilakukan agar relasi hubungan menjadi sehat ?

Pastikan Dalam Hubungan Kalian memiliki Satu Tujuan Yang sama

Terkadang perbedaan kecil dalam menentukan sebuah pilihan bisa menjadi percikan api yang besar dalam hubungan, sehingga pastikan kalian memiliki kesamaan tujuan, seperti mau dibawa kemana tujuan dari hubungan kalian. Diskusikan bersama pasangan dengan kepala yang dingin.

Komunikasi Yang Positif

Perlu adanya ketrampilan dalam komunikasi agar bisa saling memahami pikiran dan perasaan pasangan, hal ini dapat dilakukan dengan kontak mata yang baik saat berbincang dengan pasangan, fokus dan menjaga ketenangan, suara yang jelas dan ramah, tidak membentak atau memaki pasangan, perhatikan posisi tubuh dan bahasa tubuh, mendengarkan secara aktif sehingga pasangan merasa lebih diperhatikan dan jangan lupa berempati.

Harus Siap Berdiskusi

Dengan siapapun kalian menjalin hubungan pasti akan ditemukan perbedaan-perbedaan, seperti ketidak samaan hoby, ketidak samaan selara. Untuk menghindari konflik berlanjut pahami pasangan dan berikan stimulus pada diri masing-masing bahwa untuk bersama semua hal tidak harus sama, yang terpenting adalah pahami cara penyelesaikan konflik yang baik.

Jadilah Pasangan yang Suportif

Ketahuilah bahwa hubungan yang sehat adalah hubungan yang saling membangun bukan hubungan yang saling menjatuhkan, dukungan dari orang terdekat sangat berpengaruh terhadap keberhasilan seseorang.

Hargai Privasi Masing-Masing

Walaupun berkomitmen untuk bersama, bukan berarti pasangan harus selalu bersama, luangkan waktu untuk bersama teman, melakukan hoby masing-masing.

Pasangan yang ideal ialah dia yang bisa menghargai, dapat dipercaya, jujur dan suportif. Hubungan relasi yang sehat akan membuat kebahagian diantara pasangan, pasangan bahagia bukan berati tidak memiliki konflik tapi memiliki cara penyelesain konflik yang efektif.

Beberapa tips yang bisa digunakan untuk mengatasi konflik dengan pasangan. Pertama tenangkan diri terlebih dahulu, fokus terhadap masalah jangan mengungkit masalah yang telah berlalu dan diskusikan dengan pasangan jalan keluar dengan kapala dingin. Saat diskusi mulai memanas beri waktu dan ruang untuk diri sendiri maupun pasangan untuk menenangkan diri dan meredakan ketegangan. Untuk menghindari menyalahkan orang lain serta menjaga perasaan pasangan saat membuat statment gunakan “I”, contohnya aku merasa kecewa saat kamu telat memberiku kabar, aku sangat  mengkhawatirkanmu, besok-besok lagi jika kamu sibuk tolong sebelumnya beritahu aku agar aku tidak cemas.

Impian setiap pasangan adalah memiliki relasi yang sehat, dimulai dari hal kecil, seperti mengucapkan terimakasih dan tolong, Karena sejatinya cinta bukan luka, cinta adalah kebahagian yang melengkapi hidupmu dan kebahagian diciptakan oleh diri sendiri bukan bergantung dengan orang lain.

 

Sumber referensi

Retrieved from : www.helpnona.com/apa -itu-pacaran-sehat.html pada 15/4/2018

Masih Percaya Ramalan?

  1. Pernahkah kalian mempercayai suatu ramalan? Mungkin beberapa dari Anda pernah diramalkan, seperti menggunakan kartu tarot, golongan darah, tulisan tangan, garis tangan, tanggal ulang tahun dan sejenisnya, lalu Anda merasa kaget dengan ramalan mereka yang sebegitu tepatnya. Tapi tunggu dulu, mungkin itu karena Anda belum mengetahui istilah Efek Barnum (Barnum Effect) atau Efek Forer (Forer Effect).
  2. Efek Barnum adalah kecenderungan dimana orang-orang mengatakan suatu ramalan kepribadian mereka tepat, yang pada kenyataannya kepribadian tersebut tidaklah spesifik dan dapat diterapkan ke semua orang.
  3. Hal ini didukung dengan demonstrasi yang dilakukan oleh R. Forer terhadap 39 muridnya.
  4. Pada tahun 1984, ia memberitahukan murid-muridnya bahwa mereka akan mendapatkan analisis kepribadian berdasar pada hasil tes dan mereka akan mengatakan seberapa akurat hal tersebut dalam rentang 0-5. Setelah dirata-ratakan, seluruh murid memberikan nilai 4.29 untuk hasil tes tersebut, yang berarti hasil tersebut akurat menggambarkan diri mereka. Sayangnya, murid-murid ini tidak tahu bahwa hasil analisis satu sama lain dibuat sama. Persis sama. Seperti dalam video tadi.
  5. Jadi apakah kita harus tidak mempercaya setiap ramalan? Semua kembali kepada diri masing masing karena setiap manusia adalah unik.

 

Video retrieved from https://www.youtube.com/watch?v=Vba2ZHMjxBc, on 06/04/2018

Sumber : Forer, B. R.. (1949) “The Fallacy of Personal Validation: A classroom Demonstration of Gullibility,” Journal of Abnormal Psychology, 44, 118-121.

Artikel Terbaik 1 (Ku Cerdas Karena Mu): Perkembangan Individu Dilihat dari Sistem Mikro: Pola Asuh Ibu

Keluarga adalah hal yang paling utama dan awal dari terbentuknya karakter seorang individu. Setelah belajar dan mengetahui tentang psikologi, saya sadar bahwa karakter, watak, sifat seorang individu terbentuk karena pengalaman masa lalunya serta terbentuk karena adanya interaksi antara proses belajar di keluarga dan lingkungan di luar keluarga. Ketika kita berbicara tentang keluarga maka hal yang utama adalah adanya ibu dan ayah yang menjadi contoh untuk anak, dimana anak mengikuti perilaku yang ditampakkan oleh ayah maupun ibunya. Apa yang terjadi jika di dalam keluarga tidak ada sosok atau figur ayah atau ibu? Tentu perkembangan anak akan berbeda ketika hanya diasuh dan besarkan oleh single parents yaitu hanya ibu saja ataupun hanya ayah saja.

Saya adalah anak pertama dari 4 bersaudara. Saya kehilangan ibu saya ketika berumur 11 tahun. Saat itu adik saya yang pertama berumur 9 tahun, adik saya yang kedua berumur 3,5 tahun, dan adik saya yang terakhir berumur 1,5 tahun. Pada saat saya kehilangan ibu saya, saya sedang duduk di kelas 6 SD. Ibu saya meninggal karena kanker otot di bagian paha yang dideritanya sejak tahun 1999 sampai 2007. Sejak kecil saya dan adik-adik saya selalu diajarkan untuk mandiri dalam beberapa hal, misalnya membersihkan kamar sendiri, tidur sendiri, dibiasakan agar selalu rapi, bersih, dan juga sopan sama orangtua. Jika disuru oleh orangtua maka tidak boleh membantah. Ibu saya termasuk orang yang keras dan galak dalam mendidik anak-anaknya. Saat saya kecil, ibu saya beberapa kali jika sedang marah atas tingkah laku yang saya dan adik saya lakukan ketika hal itu tidak benar maka ibu saya akan memukul pantat atau betis saya dan adik saya. Tetapi walaupun hal itu menyakitkan saya justru merindukan marah dan pukulan dari ibu saya. Saya rindu dimarahi oleh seorang sosok ibu.

Saya belajar dari ibu saya bahwa sekolah itu penting, tidak boleh manja selama kita bisa melakukannya sendiri jangan pernah merepotkan orang lain. Banyak hal yang saya pelajari ternyata dari ibu saya, tetapi saya baru sadar setelah ibu saya meninggal bahwa saya bisa seperti sekarang karena hasil didikan, kasih sayang, dan perhatian yang diberikan oleh ibu saya. Ibu saya orang yang sangat pemberani, yah mungkin kalo jaman sekarang masuk dalam kategori cewek tangguh. Ibu saya bisa bawa semua jenis motor, walaupun saya belum pernah liat ibu saya bisa bawa semua jenis mobil. Ibu saya orang yang pandai bicara di depan umum, ibu saya juga memiliki banyak teman dari semua kalangan walaupun kalangan istri pejabat seperti DPR apalagi presiden belum menjadi teman ibu saya. Singkat cerita ayah saya seorang polisi sehingga teman-teman ibu saya kebanyakan sesama istri anggota atau bahkan istri bos-bos ayah saya. Intinya ibu saya dalam hal bergaul dan berteman bisa menempatkan posisinya, seperti ketika ia bergaul dengan ibu-ibu Bhayangkara maka dia tidak akan merendah ataupun meninggi ketika dia benar maka hal itu yang dipertahankan.

Ibu saya bisa melakukan hampir semua jenis olahraga. Beberapa yang sering dilakukan dikeluarga saya ketika ibu saya masih hidup adalah voli, renang, dan bulu tangkis. Saat saya kecil saya sering ikut ayah dan ibu untuk pergi kepertandingan voli. Hampir setiap akhir pekan ayah dan ibu bertanding voli, jika tidak ada pertandingan maka kami pergi berenang di kolam renang atau di laut.

Sejak ibu saya meninggal, saya merasa sedih karena ternyata saya sudah tidak bisa merayakan hari ibu seperti anak-anak lainnya. Ketika hari ibu saya ingin pergi ke kubur ibu saya, tetapi kuburan ibu saya sangat jauh yaitu di Gorontalo sehingga saya pergi menjenguk ibu saya hanya bisa setahun sekali. Saya masih ingat beberapa pesan terakhir ibu saya sebelum ibu saya meninggal. Kata ibu saya harus menjaga adik-adik saya, harus sayang sama ayah, biarkan saja kalo memang ayahmu mau menikah lagi, kalian tinggal sama nenek saja. Awalnya saya tidak mengerti ucapan ibu saya untuk apa, tetapi setelah ibu saya meninggal saya dan adik saya yang pertama dan kedua memutuskan untuk tinggal dan menjaga ayah.

Setiap hari saya merindukan ibu saya. Saya sedih dalam hati ketika teman saya bercerita tentang dia yang ditelfon ibunya setiap hari, ketika teman saya cerita dia curhat sama ibunya tentang masalahnya, ketika teman saya bercerita dia marah sama ibunya, ketika teman saya bercerita bahwa dia akhir pekan pergi ke mall bersama ibunya. Walaupun seperti itu saya bersyukur masih punya ayah dan saya sadar bahwa ibu saya sudah berada di tempat yang indah bersama Allah. Sesayang apapun saya sama ibu, tetapi Allah lebih sayang sama ibu. Setiap hari dalam sholat saya selalu mendoakan ibu saya agar bisa ditempatkan di tempat yang layak disisi Allah SWT dan semoga keluarga kami kelak dapat dipertemukan di surga Allah.

Saya hidup bersama ibu saya kurang lebih 11 tahun, saya merasa sedih ketika melihat adik-adik saya yang dapat menghabiskan waktunya hanya sebentar bersama ibu. Setelah ibu saya meninggal adik saya yang kedua dan ketiga terlihat membutuhkan sosok seorang ibu, sedangkan yang ketiga saya tidak tahu bagaimana pertumbuhan psikisnya karena sejak bayi dia sudah dirawat oleh nenek saya. Adik saya yang pertama perempuan mungkin dia yang sangat terpukul dengan kepergian ibu, tapi dia hanya memendamnya sehingga saat sekarang umurnya yang 18 tahun dia mencari perhatian ditempat lain. Saat SMP adik saya sering kabur dari rumah ketika dia berbuat suatu masalah. Saat itu saya belum paham mengapa adik saya berubah seperti ini. saya baru sadar bahwa adik saya memang sedang mencari orang-orang yang bisa membuatnya nyaman ketika saya belajar psikologi.

Kehilangan sosok ibu ditengah-tengah pertumbuhan dan perkembangan seorang anak akan berdampak pada proses sosial dan emosi anak yang menjadi tidak stabil. Kehilangan ibu membuat masing-masing dari kami memiliki kepribadian yang berbeda-beda. Saat kecil ibu saya sering membelikan pakaian yang sama untuk saya dan adik saya. Ketika ibu saya sudah tidak ada, ayah saya ketika membelikan pakaian kami disuru memilih sendiri sehingga saya dan adik saya memiliki pilihan yang berbeda. Beberapa hari kemudian adik saya terlihat marah, dia merasa bahwa pilihan saya lebih baik daripada pilihannya. Sangat rumit kehidupan yang kami jalani sehingga banyak misteri yang muncul mengapa adik saya bisa tumbuh dan berkembang dengan kepribadian seperti itu.

Menurut orang-orang yang pernah mengasuh saya waktu kecil, mereka melihat perbedaan kasih sayang yang diberikan ayah kepada saya dan adik saya yang pertama. Untungnya ada ibu saya, sehingga ibu saya bisa menyeimbangkan kasih sayangnya terhadap anak-anaknya. Ketika kecil saya tidak mengerti apa-apa, tetapi ketika saya sudah besar dan belajar psikologi saya merasa peran ayah dan ibu sangat penting untuk tumbuh kembang seorang anak. Teori perkembangan kognitif Piaget adalah salah satu teori yang menjelasakan bagaimana anak beradaptasi dengan dan menginterpretasikan objek dan kejadian-kejadian sekitarnya. Menurut teori tahapan Piaget, setiap individu akan melewati serangkaian perubahan kualitatif yang bersifat invariant, selalu tetap, tidak melompat atau mundur. Perubahan kualitatif ini terjadi karena tekanan biologis untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan serta adanya pengorganisasian struktur berfikir.

Piaget mengambil perspektif organismik, yang memandang perkembangan kognitif sebagai produk usaha anak untuk memahami dan bertindak dalam dunia mereka. Menurut Piaget, bahwa perkembangan kognitif dimulai dengan kemampuan bawaan untuk beradaptasi dengan lingkungan.

Ketika saya kecil ibu saya sering merancangkan baju atau busana terutama pada saat 17-agustusan. Kami diminta oleh ibu untuk mengikuti lomba-lomba yang diadakan di daerah tempat kami tinggal. Kami pernah ikut lomba dance, menyanyi, dan fashion show. Ibu saya senang bernyanyi. Ibu selalu memberikan wadah kepada kami agar bisa mengeluarkan potensi yang kami miliki. Jika ibu masih hidup mungkin saya bisa menjadi salah satu penari terhebat di dunia. Dulu saat pulang sekolah ibu saya mengajak saya dan adik saya untuk karaokean di rumah. Banyak hal-hal indah yang terjadi yang tidak bisa saya lupakan. Saya bersyukur karena saya pernah mempunyai sosok ibu yang sangat hebat walaupun hanya sebentar. Ibu saya mengajarkan agar tidak mudah menyerah, selalu coba hal baru, buat suatu inovasi, hidup butuh pengorbanan. Meskipun tidak sedikit penyesalan yang saya rasakan ketika ibu pergi. Sekarang saya hanya bisa membalas kebaikan ibu yang sudah melahirkan saya dan hidup bersama saya selama 11 tahun dengan doa yang tiada henti-hentinya kapanpun dan dimanapun ketika saya mengingat ibu saya akan langsung mengirimkan doa untuknya.

Buat kalian yang masih memiliki ibu, jagalah ibu kalian, rawatlah ibu kalian, bahagiakan ibu kalian selagi sempat. Jangan sampai kalian menyesal ketika kehilangan ibu maka kesempatan untuk membalas kebaikannya pun telah hilang meskipun hanya doa yang bisa kita berikan. Jangan buat ibu menangis, jangan buat ibu sedih dengan perkataan kasar kalian. Begitu besar pengorbanan seorang ibu untuk membahagiakan anaknya.

Terkadang saya merasa ingin seperti teman-teman lain yang begitu dengan mudahnya bisa curhat sama ibunya, mengeluh sakit kepada ibunya. Saya merasa benar-banar kehilangan sosok ibu ketika saya merantau untuk kuliah belajar menimba ilmu di Solo. Saya jauh dari keluarga, saya hanya bisa bercerita kepada ayah, tetapi terkadang saya tidak bisa mengungkapkan semua isi hati saya kepada ayah. Saya merasa beban ayah sudah berat jika saya mengeluh maka ayah saya akan kepikiran. Saya takut dan sedih jika ayah sampai jatuh sakit. Saya hanya punya ayah yang bisa saya bahagiakan. Saya yakin ibu saya dari alam sana selalu menjaga dan memperhatikan kami. Semua hal positif yang saya lakukan saya niatkan untuk Allah SWT dan ibu saya.

Saya rindu ibu, kangen ibu, sebentar lagi hari ibu, tapi ibu tidak ada disini disamping kami. Sekarang ibu hanya bisa kami kenang dalam hati yang terdalam. Ibu hidup dalam hati kami. Tulisan ini saya persembahkan untuk ibu saya dan seluruh ibu di dunia ini. Saya sayang Ibu, saya rindu sekali sama ibu….

 

Daftar Pustaka

 

Penney, Upton. 2012. Psikologi Perkembangan. Jakarta: Erlangga.

INDONESIA SIAGA KEJAHATAN SEKSUAL !!

indonesia darurat kejahatan seksual

”Tidak ada Bangsa menjadi Bangsa yang Besar,yang Rakyatnya adalah kecil dan sempit dalam hati  dan  tindakan” Ir. Soekarno

Seringkali kita menyaksikan bahkan melihat secara langsung kasus kasus kejahatan di lingkungan terdekat, media massa maupun media cetak pada bulan ini, minggu ini, bahkan hari ini. Memang, akhir akhir ini kita sering mendengar kasus kasus kejahatan kian mulai marak, terutama tentang kasus Kejahatan seksual. Pada pengertianya, Kejahatan merupakan segala tindakan atau usaha dari individu yang mengakibatkan objek sasarannya menjadi merugi dan terlukai. Sedangkan Seksual yakni menurut Depkes RI adalah suatu kekuatan dan dorongan hidup yang ada diantara laki-laki dan perempuan, dimana kedua makhluk ini merupakan system yang memungkinkan terjadinya keturunan yang sambung menyambung sehingga eksistensi manusia tidak pernah pudar. Jadi kejahatan Seksual merupakan segala macam bentuk atau usaha dari individu untuk merugikan suatu individu yang menjadi objek sasarannya dan mengancam kelangsungan hidup daripada individu individu tersebut. Korban dari kejahatan ini kebanyakan meliputi Perempuan dan Anak-anak (laki laki dan perempuan).

Di Indonesia, angka kejahatan seksual cukup mencengangkan. Dimana menurut dari Catatan Tahunan (CATAHU) tahun 2016 Komnas Perempuan, angka kejahatan seksual  perempuan sangat tinggi. Pada ranah Personal, angka kekerasan seksual pada tahun 2016 menempati urutan kedua dalam persentase kekerasan terhadap perempuan, dimana sebelumnya pada tahun 2014 angka kekerasan seksual menduduki peringkat ketiga. Bentuk kekerasan seksual tertinggi adalah perkosaan 72% Adapun Domain daripada kejahatan ini terbagi didalam 2 ranah, yaitu dalam Ranah Personal dan Ranah Komunitas. Dalam ranah Personal, dimana pengertiannya ialah pelaku ialah orang terdekat atau menjalin suatu relasi (Pacar), kekerabatan, perkawinan (suami), orang yang masih mempunyai ikatan darah terhadap korban (ayah, kakak, adik, paman, kakek), Kekerasan Seksual pada tahun 2016 ini menempati posisi kedua dimana pada tahun 2014 angka kekerasan ini mendapati posisi ketiga pada kekerasan Ranah Personal. Adapun Domain daripada kejahatan ini terbagi didalam 2 ranah, yaitu dalam Ranah Personal dan Ranah Komunitas. Dalam ranah Personal, dimana pengertiannya ialah pelaku ialah orang terdekat atau menjalin suatu relasi (Pacar), kekerabatan, perkawinan (suami), orang yang masih mempunyai ikatan darah terhadap korban (ayah, kakak, adik, paman, kakek), Kekerasan Seksual pada tahun 2016 ini menempati posisi kedua, dimana pada tahun 2014 angka kekerasan ini mendapati posisi ketiga pada kekerasan Ranah Personal, Ranah Personal yakni suatu kejahatan dimana pelakunya adalah orang yang memiliki hubungan darah (ayah, kakak, adik, paman, kakek), kekerabatan, perkawinan (suami) maupun relasi intim (pacar). Bentuk kekerasan tertinggi ialah perkosaan 72% (2.399 kasus), pencabulan 18% (601 kasus), dan pelecehan seksual lain 5% (166 kasus). Sedangkan pada Ranah Komunitas yakni pelaku dan korban tidak memiliki hubungan kekerabatan, darah atau pun perkawinan. Bisa jadi pelakunya adalah majikan, tetangga, guru, teman sekerja, tokoh masyarakat, ataupun orang yang tidak dikenal. Kekerasan seksual mendapati posisi tertinggi, yaitu 61% dari kekerasan terhadap perempuan pada Ranah Komunitas, jenis kekerasan seksual tertinggi diantaranya perkosaan (1.657 kasus), lalu pencabulan (1.064), pelecehan seksual (268 kasus), kekerasan seksual lain (130 kasus), melarikan anak perempuan (49 kasus) dan percobaan perkosaan (6 kasus).

Sedangkan dari korban anak anak, KPAI menyatakan kekerasan pada anak selalu meningkat setiap tahun. Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) mencatat tingginya angka kekerasan seksual terhadap anak selama tiga tahun terakhir. Kekerasan seksual rata-rata mencapai setengah dari keseluruhan kasus kekerasan terhadap anak. Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait, mengatakan pada 2014 dan 2015, kasus kekerasan seksual terhadap anak mencapai lebih dari 50 persen dari seluruh kasus kekerasan yang ada. “Pada 2014, 52 persen dari 4.638 kasus merupakan kekerasan seksual terhadap anak. Tahun berikutnya, kami mencatat 58 persen kasus kekerasan seksual kepada anak dari 6.726 kasus kekerasan. Pada Januari hingga April 2016, pihaknya telah mencatat sebanyak 48 persen kasus kekerasan seksual dari 339 laporan kasus kekerasan yang masuk. Menurut Arist, 16 persen kasus kekerasan seksual pada 2016 dilakukan oleh anak berusia di bawah 17tahun. Sementara itu, bentuk umum kekerasan seksual yang dilakukan selama tiga tahun terakhir adalah perkosaan yang diikuti penganiayaan, sodomi, dan incest.

Oleh karena sebab peningkatan kekerasan seksual yang sangat signifikan, menjadikan alasan untuk kita menyiagakan status kekerasan seksual menjadi status kejahatan seksual yang sifatnya lebih Darurat atau Waspada. Fakta 2014, bahwasanya para pelaku kejahatan seksual bukan hanya para pedofil laki laki tapi juga pedofil perempuan, ada juga yang bukan pedofil, bahkan ada pula remaja yang berumur kisaran antara 9 – 17 tahun akibat dari pembiaran penanganan.

Ada suatu akibat pasti ada pula sebabnya, inilah beberapa factor factor yang menyebabkan orang orang, khususnya para pelaku kejahatan seksual di Indonesia melakukan perilaku keji tersebut. Diantaranya adalah :

  1. Keterbatasan Hukum di Indonesia

Ancaman hukuman bagi para pelaku kejahatan seksual relative ringan yakni, minimal 3 – 15 tahun penjara. Disamping itu proses penegakan hukum rumit, berbelit, lalu ada hal lain yakni biaya pengobatan yang teramat mahal serta pengorbanan mental yang tinggi.

  1. Nutrisi Fisik

Anak anak khususnya, sering mendapati asupan kurang baik bagi masa perkembangan seks anak dan memicu pendewasaan secara dini pada masa masa remaja, dan hal tersebut salah satu pemicu terjadinya kejahatan seksual di usia dini. Contohnya seperti ayam suntik, yang ada kandungan zat kimia tertentu menyebabkan perkembangan seks pada anak perempuan khususnya yang seringkali disebut pubertas, dsb.

  1. Nutrisi Psikologis

Disini pengertian nutrisi psikologis bukan berwujud suatu makanan seperti yang diatas, melainkan ialah suatu stimulan atau rangsangan dari luar yang diterima oleh individu dan menyebabkan terjadinya perilaku kekerasan atau kejahatan seksual. Misalnya ialah, tayangan yang mengandung unsur kekerasan, seks, pornografi, dan minim nilai yang pada akhirnya mencuci otak para penonton dari tayangan tersebut.

  1. Perkembangan Teknologi dan Informasi

Hal ini tidak dapat kita sangkal lagi, karena seperti yang telah kita ketahui memang saja perkembangan teknologi menjadi salah satu penyebab munculnya perilaku kekerasan seksual. Terlebih lagi sekarang adanya smartphone yang sangat membantu kegiatan meluncur di dunia maya, dan sangat memprihatinkan bilamana penggunanya ialah anak anak karena gambar, video, atau konten konten yang bersifat pornografi sangat mudah diakses.

  1. Pola Asuh

Mengapa pola asuh ? di Indonesia kebanyakan orang tua ketika sedang menunggu anaknya yang telah pulang sekolah cenderung hanya suka menanyakan kegiatan aktivitas belajarnya saja, dan mengabaikan bagaimana aktivitas socialnya ketika di sekolahan. Dan hal tersebut membuat kurangnya keterbukaan anak kepada orang tua.

Memang perlu diketahui factor factor yang dapat menyebabkan timbulnya perilaku kekerasan seksual, agar kelak kita mampu mengantisipasi dini agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Memang, dalam penanggulangan guna memberantas kejahatan ini harus melibatkan banyak sector, dari pemerintah hingga ke masyarakat sendiri. Karena bilamana hal tersebut belum mampu bersinergi hasilnya pun akan kurang maksimal.

Untuk sampai saat ini, memang ada beberapa hal yang telah dan dapat dilakukan  guna meminimalisir kejahatan seksual khususnya di Indonesia, diantaranya adalah:

  1. Pemerintah

Pemerintah memang sudah membuat suatu penguatan hukuman bagi pelaku kejahatan seksual, dimana pada bulan oktober tahun 2016 DPR mengesahkan PERPU nomor 1 tahun 2016 tentang perlindungan Anak, dimana hukumannya cukup menakutkan yakni hukuman kebiri bagi para pelaku kejahatan seksual. Dengan tujuan mengurangi angka kejahatan seksual terhadap anak dan perempuan di Indonesia.

  1. Masyarakat

Dalam masyarakat, memang perlu adanya peningkatan kesadaran dan kewaspadaan akan kekerasan seksual, di samping itu ada pula upaya semacam Sex-Education bagi para warga guna mencegah terjadinya kasus tersebut.

  1. Orang Tua

Pentingnya para Orang tua agar lebih terbuka dan lebih perhatian anak. Karena orang tua sangat penting bagi keamanan anak anaknya. Disamping itu, dengan lebih terbuka dan perhatian peran orang tua terlihat sangat optimal sebagai pilar fondasi suatu keluarga.

  1. Media

Media seringkali menampilkan tayangan yang berbau kekerasan, seks dan pornografi. Media diminta untuk bertanggung jawab akan hal tersebut karena dapat mempengaruhi para penikmat tayangan tersebut, terutama pada anak anak yang notabene masih polos dan lugu. Alangkah baiknya media membantu mengkampanyekan kepada masyarakat tentang bahaya kejahatan seksual demi mewujudkan masyarakat bebas kejahatan seksual.

  1. Penanganan Psikologis

Penanganan Psikologi memang perlu, dengan harapan yang sama, agar mampu mengurangi angka kejahatan seksual. Dalam hal ini, displin ilmu dapat Psikologi melakukan kegiatan advokasi yang memuat aspek preventif, promotif, dan kuratif terhadap kejahatan seksual.

 

KESIMPULAN

Kejahatan Seksual merupakan suatu fenomena yang mengancam dan menambah, terlebih lagi pada anak anak yang kelak menjadi generasi penerus bangsa. Indonesia termasuk kategori yang masih rawan akan kejahatan seksual, dimana melihat dari angka kejahatan seksual terbilang tinggi, namun dalam beberapa sector telah ada upaya untuk mengurangi angka kejahatan tersebut. Dan seperti yang telah kita ketahui, upaya tersebut harus dilakukan oleh secara holistik, dalam arti upaya tersebut dilakukan secara menyeluruh, dalam konteks ini dilaksanakkan oleh pemerintah sampai ke masyarakatnya sendiri.

Dan semoga saja negara kita dapat meminimalisir dan terhindar dari segala kejahatan, khususnya kejahatan seksual. Seperti Islandia, yang notabene memiliki angka kejahatan terendah, dapat dikatakan bahwasanya negara tersebut bebas dari segala kejahatan, termasuk kejahatan Seksual.

 

 

Daftar Pustaka

http://www.komnasperempuan.go.id/wp-content/uploads/2016/03/Lembar-Fakta-Catatan-Tahunan-_CATAHU_-Komnas-Perempuan-2016.pdf diakses pada 12 November 2016 waktu 23.00 WIB

http://news.liputan6.com/read/2451254/kpai-pelecehan-seksual-pada-anak-meningkat-100

diakses pada 13 November 2016 waktu 16.00 WIB

http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/hukum/16/05/15/o77luc382-kekerasan-seksual-dominasi-kasus-kejahatan-terhadap-anak diakses pada 12 November 2016 pukul 21.00

http://nasional.kompas.com/read/2016/10/12/13333281/dpr.sahkan.perppu.kebiri.menjadi.undang-undang diakses pada 12 November 2016 pukul 21.00

http://tabloid-nakita.com/Balita/Hati-Hati-Pola-Asuh-Ini-Berisiko-Lahirkan-Pelaku-Kejahatan-Seksual diakses pada 12 November 2016 pukul 21.00

http://www.icutweb.com/2015/02/10-negara-paling-aman-di-dunia.html diakses pada 12 November 2016 pukul 21.00

 

 

Kolaborasi Self Concept & Dunia Kerja

Kolaborasi Self Concept Dan Dunia Kerja

(Oleh; Septian Wahyu R, Staff BPPK ILMPI Wil.3)

 fix

 

Berhubungan dengan pekerjaan ada quote menarik yang perlu jadi renungan untuk diikhtiarkan kaum mahasiswa.

“Pekerjaan itu tidak ditunggu, tetapi dicari!”~Anonim~

Bagaimana kawan, bingung, takut, atau perlu untuk melakukan katarsis sesaat?, Oke, mari kita sedikit kupas tentang kompetensi psikologi yang kita miliki sebagai calon sarjana psikologi tentunya dengan dunia kerja. Dan semoga bisa menjadi penguat kita untuk ber-psikologi.

Kita mulai dari obrolan tentang kerja, menurut kamus besar bahasa Indonesia (2005, halaman 554) “kerjadiartikan sebagai kegiatan untuk melakukan sesuatu yang dilakukan atau diperbuat dan sesuatu yang dilakukan untuk mencari nafkah, mata pencaharian”. Maka dalam kerja ada aspek usaha dan tujuan yang ingin dicapai, yaitu lebih kepada penghasilan. Tentu kita sudah banyak paham akan berbagai macam pekerjaan yang berkaitan dengan kegiatan kerja. Namun walaupun begitu banyak orang yang kerja tidak paham apa manfaat bekerja. Sehingga sering kita temui individu-individu yang bekerja formalitas tanpa totalitas. Ini masalahjuga, karena pasti pekerjaan itu tidak akan maksimal, bahkan minimal dan ala kadarnya jika tidak dilakukan secara totalitas. Bahkan ada yang bilang totalitas itu tanpa batas.

Perlu diketahui sebagai manfaat bekerja sebuah hal yang sunnah dalam dunia kerja, hehe. Berikut point-point dari manfaat bekerja:

  1. Mengembangkan potensi diri
  2. Membentuk pribadi yang bertanggung jawab
  3. Mengangkat harkat dan martabat
  4. Meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan
  5. Mencukupi kebutuhan hidup
  6. Mengaplikasikan hasil belajar

Negara kita sedang berusaha membangun sebuah pembangunan yang diekspektasikan bisa menanjak menuju negara maju. Walaupun begitu analisis SWOT perlu untuk dilakukan, yaitu metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats). Kita bahas salah satu hal yang menurut penulis penting untuk diketahui, walau yang lain juga penting. Ini terkait dengan kelemahan, berupa permasalahan lapangan pekerjaan di indonesia.

Permasalahan pertama terkait rendahnya kualitas (ketrampilan) tenaga kerja. Jadi, kebanyakan tenaga kerja terampil kita kurang di kecerdasan sikap, kemampuan bahasa Inggris, serta pengoperasian komputer (soft skill). Nah, ini perlu untuk didiskusikan karena bahasa dan teknologi menjadi sebuah syarat kemampuan yang sudah diaamiinkan oleh institusi atau perusahaan. Kedua tentang akses informasi lapangan kerja yang sulit. ketidaktahuan cara mencari informasi kerja menjadi kendala bagi pencari kerja, terutama bagi orang-orang yang tidak memiliki link atau jaringan. Kemudian yang ketiga adalah persebaran tenaga kerja tidak merata. Di wilayah barat-tengah-timur Indonesia kerap kita temui ketidakmerataan tersebut. Keempat berkaitan dengan Pegawai Outsourching yang merana, kadang gaji yang diperoleh karyawan dipangkas hingga 30%. Kelima problem gaji (UMR), kecilnya upah dan tingginya harga barang. Rata-rata gaji pekerja formal hanya Rp 1.227.109. Sedangkan untuk informal hanya Rp 779.812 (Asmat, 2014. merdeka.com. LIPI, Jakarta). Keenamlapangan kerja yang dipilih atau didapat tidak sesuai latar belakang pendidikan. Pengambilan “lahan pekerjaan” lintas basic skill ini kemudian kerap kita jumpai, sehingga harus ada training-training khusus, dan cenderung individu lambat dalam mengembangkan kemampuannya.

Permasalahan yang dihadapi di atas ada yang berasal dari individu sendiri dan ada yang berasal dari luar individu (kebijakan, red). Nah, yang berasal dari luar individu ini lebih besar persentasenya. Ini tentu adalah masalah bagi individu yang memang tersandera oleh faktor kebijakan yang ada. Bagaimana kemudian cara kita menyikapinya adalah penting di tengah-tengah ketidak-ideal-an kondisi yang ada, apalagi berkaitan dengan kerja, yang menjadi motor pengahasilan dan penghidupan kita.

Ada hal penting yang harus kita serap untuk imunitas kita dalam berjuang untuk kerja, ataupun pekerjaan, yaitu self concept (konsep diri) yang merupakan pandangan dan perasaan kita tentang diri kita.Konsep Diri didefenisikan sebagai semua pikiran, keyakinan dan kepercayaan yang merupakan pengetahuan individu tentang dirinya dan mempengaruhi hubungan dengan orang lain (Stuart & Sundeen 2005). Ada banyak hal tentang kerja, bekerja, dan atau pekerjaan yang kadang kenyataan tidak sesuai dengan ekspektasi kita. Misalnya ketika Anda belum bekerja, tentu akan banyak pertanyaan-pertanyaan yang mengetuk.

“Apa yang mencemaskan saya?”

“Bagaimana orang lain memandang saya?”

“Apa yang harus saya lakukan ini…?”

“Bagaimana pandangan saya tentang penampilan saya?”

Karena salah satu faktor yang mempengaruhi konsep diri adalah kegagalan. Kegagalan yang terus menerus dialami seringkali menimbulkan pertanyaan kepada diri sendiri dan berakhir dengan kesimpulan bahwa semua penyebabnya terletak pada kelemahan diri. Kegagalan membuat orang merasa dirinya tidak berguna. Begitu juga dengan depresi, orang yang sedang mengalami depresi akan mempunyai pemikiran yang cenderung negatif dalam memandang dan merespon segala sesuatunya, termasuk menilai diri sendiri. Segala situasi atau stimulus yang netral akan dipersepsi secara negatif. Orang yang depresi sulit melihat apakah dirinya mampusurviveatau tidak dalam menjalani kehidupan selanjutnya. Orang yang depresi akan menjadi super sensitif dan cenderung mudah tersinggung.

Nah jika sudah seperti itu, panggillah self concept, hadirkan the power of self conceptAnda. Maka, penting bagi mahasiswa untuk memiliki konsep diriyang baik. Konsep diri (self concept)dikatakan baik antara lain jika; memiliki keyakinan akan kemampuan mengatasi masalah, merasa setara dengan orang lain, mampu membuka diri terhadap masyarakat luas, percaya diri, dan menyadari bahwa setiap orang mempunyai berbagai perasaan, keinginan dan perilaku yang tidak di setujui masyarakat,dan cenderung berusaha menolak usaha orang lain untuk mendominasinya.

Saatnya mengakhiri dengan ngobrol seputar lingkup kompetensi kerja Psikologi. Perlu dipahami bahwa Psikologi melingkupi seluruh komponen pekerjaan di bidang apapun selama masih ada manusia di dalamnya, mantab tidak?.

Semakin berkembangnya jaman (teknologi, sosio-kultural) & pengembangan ilmu psikologi (penelitian), Psikologi sudah menjadi multi disiplin keilmuan. Misal: Psikologi Agama, Psikologi Konsumen, Psikologi Wanita, Psikologi Media, Psikologi Kerekayasaan, Psikologi Positif, Psikologi Kriminal, Psikologi Transpersonal, Psikologi Anak & Usia Lanjut, dll. Psikologi sebagai ilmu (teoritis) dan praktik (praktisi). Derajat keilmuannya dimulai dari jenjang sarjana, kemudian jenjang selanjutnya merupakan “pendalaman” dari materi yang didapat di jenjang sebelumnya.Psikologi memberikan 2 ruang untuk memperdalam ilmu psikologi, yaitu sebagai Ilmuwan Psikologi (Peneliti, dosen) dan Psikolog (Praktisi). Dua ruang tersebut diperoleh melalui jalur pascasarjana (jenjang S2). Ilmuwan (Master) Psikologi – Sains Psycholog, Merupakan jenjang S2 di bidang Psikologi yang dikhususkan untuk mendalami teori-teori psikologi dan pengembangan ilmu psikologi.Peminatan bidang yang (biasanya) ditawarkan: Klinis, Pendidikan, Sosial, dan Industri-Organisasi. Sedangkan yang kedua adalah Magister Psikologi (Profesi) – Psikolog, yang merupakan jenjang S2 di bidang Psikologi yang dikhususkan untuk praktik-praktik psikologi yang berbasis kasus psikologis (individu atau kelompok).Mendapatkan gelar Psikolog dan memiliki ijin praktik psikologi.Peminatan bidang yang ditawarkan: Klinis, Pendidikan, dan Industri-Organisasi. Perlu dipahami juga bahwa kesesuaian pekerjaan dengan latar belakang pendidikan menjadi penambah kekuatan untuk kedepannya, karena itu akan mematangkan kita.

Yang tidak kalah penting, berikut hal-hal tambahan yang perlu diperhatikan; pertama terkait skill, yang mencakup softskill dan hardskill. Ketrampilan apa yang bisa kamu tawarkan dan atau berikan. Kemudian kedua tentang networking, yaitu berapa luas jaringan atau kolega yang kamu miliki. Ketiga adalah branding-menjual diri, apa yang kamu punya terkait dengan kelebihan. Yang terakhir adalah modal, seberapa besar modal yang kamu punya baik itu materiil-non materiil. Sekian sharing artikel yang singkat ini, semoga yang singkat ini tidak menyingkat semangat kita untuk terus berproses. Thanks, dan wassalam.

 

Referensi:

Merapikan Puzzle Mahasiswa: Menjadi Mahasiswa Aktif, Produktif, Prestatif

 

Merapikan Puzzle Mahasiswa: Menjadi Mahasiswa Aktif, Produktif, Prestatif

 

I am not what happened to me

I am what I choose to become

-Carl Jung-

 

Mahasiswa dalam Kamus Bahasa Indonesia (KBI) didefinisikan sebagai seseorang yang sedang menempuh studi di perguruan tinggi. Selain itu, menurut Siswoyo (2007) mahasiswa dapat didefinisikan sebagai individu yang sedang menuntut ilmu di tingkat perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta.

Berbicara tentang mahasiswa, tak lepas dengan kegiatan-kegiatan yang sering bersinggungan dengan eksistensinya di dunia kampus, baik yang bersifat akademis maupun non akademis. Salah satu contohnya ialah kegiatan organisasi kampus atau biasa disebut Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) seperti Badan Eksekutif Mahasiswa(BEM), Himpunan Mahasiswa, Lembaga Dakwah Kampus, Studi Ilmiah Mahasiswa, dan lain-lain. UKM yang ada di kampus mempunyai fungsi bagi para mahasiswa khususnya mahasiswa baru, yaitu sebagai wadah yang menyalurkan bakat maupun minat mahasiswa, dan penampung serta penyambung aspirasi-aspiras mahasiswa di domain kampus tersebut.

Idealnya, mahasiswa yang diharapkan harus mampu menjalankan fungsi sebagai berikut:

  1. Sebagai Iron Stock – mahasiswa itu harus bisa menjadi pengganti orang-orang yang memimpin di pemerintahan nantinya, yang berarti mahasiswa akan menjadi generasi penerus untuk memimpin bangsa ini nantinya.
  1. Agent Of Change – dituntut untuk menjadi agen perubahan. Disini maksudnya, jika ada sesuatu yang terjadi di lingkungan sekitar dan itu ternyata salah, mahasiswa dituntut untuk merubahnya sesuai dengan harapan yang sesungguhnya.
  2. Social Control – harus mampu mengontrol sosial yang ada di lingkungan sekitar (lingkungan masyarakat). Jadi… selain pintar di bidang akademis, mahasiswa harus pintar juga dalam bersosialisasi dengan lingkungan.
  3. Moral Force – diwajibkan untuk menjaga moral-moral yang sudah ada. Jika di lingkungan sekitarnya terjadi hal-hal yang tak bermoral, maka mahasiswa dituntut untuk merubah serta meluruskan kembali sesuai dengan apa yang diharapkan.

Pada sejarah Indonesia, ada beberapa organisasi kemahasiswaan yang dimulai pada zaman pre-penjajahan sampai dengan era kemerdekaan, telah melakukan beberapa pergerakan. Salah satu contohmya ialah pergerakan mahasiswa di tahun 1998, pada masa itu mahasiswa-mahasiswa yang tergabung dalam beberapa LEM (Lembaga Eksekutif Mahasiwa) universitas terhimpun menjadi satu menuntut reformasi dan menghapuskan politik KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme) yang pada akhirnya mengakibatkan kepala negara pada tahun tersebut yaitu Bapak Soeharto mengundurkan diri dari kursi kepemimpinan. Mereka berjuang demi kemaslahatan dan kesejahteraan rakyat Indonesia yang memang pada masa itu mengalami situasi yang kurang begitu baik ataupun ketimpangan akibat krisis ekonomi. Sayangnya, pergerakan mahasiswa dari waktu ke waktu justru semakin meredup dari segi keaktifan, produktivitas, dan prestasinya dalam bidang akademik maupun non akademik. Oleh sebab itu, kita perlu berupaya setidaknya menumbuhkan kembali budaya aktif, produktif dan prestatif di kalangan mahasiswa, khususnya mahasiswa baru yang masih membutuhkan arahan.

Aktif atau Keaktifan adalah kegiatan yang bersifat fisik maupun mental, yaitu berbuat dan berfikir sebagai suatu rangkaian yang tidak dapat dipisahkan (Sardiman, 2001). Aktifitas fisik adalah siswa giat aktif dengan anggota badan, membuat sesuatu, bermain maupun bekerja, ia tidak hanya duduk dan mendengarkan, melihat atau hanya pasif. Siswa yang memiliki aktifitas psikis (kejiwaan) adalah jika daya jiwanya bekerja sebanyak–banyaknya atau banyak berfungsi dalam rangka pembelajaran. Jadi, bahwasanya keaktifan mahasiswa ialah suatu intensitas tinggi atau rendahnya mahasiswa dalam mengikuti beberapa kegiatan, dimana melibatkan aktifitas fisik maupun psikis dari pribadi itu sendiri. Keaktifan mahasiswa dapat diukur dari segi keterlibatannya dalam mengikuti serangkaian acara di kampusnya seperti seminar,konferensi, pelatihan , dan kontribusinya dalam bidang akademik serta non akademik seperti unit kegiatan mahasiswa.

 

Produktivitas dapat dilihat dari dua dimensi, yaitu dimensi individu dan dimensi organisasi. Pengkajian masalah produktivitas dari dimensi individu yaitu melihat hubungannya dengan karakteristik-karakteristik kepribadian individu dan apa yang dihasilkan. Dalam konteks ini, pengertian produktivitas adalah sikap mental yang selalu mempunyai pandangan bahwa mutu kehidupan hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok harus lebih baik dari hari ini (Kusnendi, 2003). Dengan begini, dapat disimpulkan bahwasanya produktif ialah suatu upaya individu untuk menciptakan serta menghasilkan gagasan, ide atau karya yang dapat bermanfaat bagi kemajuan diri, universitas, lingkungan sosial serta negara.

 

Prestasi Menurut Chaplin (2006) prestasi adalah suatu tingkatan khusus dari kesuksesan karena mempelajari tugas-tugas, atau tingkat tertentu dari kecakapan/keahlian dalam tugas-tugas sekolah atau akademis. Namun, penilaian akan prestasi tidak hanya dilihat dari segi kegiatan akademis, namun dalam hal non-akademis pula.  Adapun prestasi dalam bidang non akademis salah satunya adalah kesuksesan individu atas kemampuannya mengawal organisasi selama periode kepengurusan, dll. Menurut A.Maslow, prestasi merupakan sebagian dari individu sendiri, dengan prestasi individu mampu merasakan keberadaan dirinya karena merasa dihargai dan diapresiasi akan prestasi tersebut. Sehingga menjadi mahasiswa yang prestatif dapat dimulai dari diri sendiri. Lalu, prestasi seperti apa yang dimaksud? Prestasi tersebut dapat berupa nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang tinggi, menjadi juara di berbagai bidang perlombaan PIMNAS(Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional), olaraga dan bidang lain yang ditekuninya, menciptakan solusi atas permasalahan sekitar, dan sebagainya.

 

Adapun langkah-langkah untuk menjadi mahasiswa aktif, produktif dan prestatif, yaitu:

  1. Mengatur niat
  2. Mengenali diri
  3. Mengatur tujuan dan menuliskan mimpi
  4. Mencari cara untuk mengembangkannya dan kerja keras
  5. Mengondisikan lingkungan dan diri
  6. Melihat peluang
  7. Mengevaluasi dan terus memperbaiki diri
  8. Yakin, doa, sabar dan tawakal

 

Setelah mengetahui pengertian serta langkah-langkah menjadi mahasiswa aktif, produktif dan prestatif, yang perlu ditekankan di sini adalah manfaatnya. Perlu disadari bahwa kita tidak bisa seratus persen menjadi mahasiswa yang aktif, produktif dan prestatif. Setia individu memiliki kecenderungan untuk dominan kepada salah satunya. Manfaat menjadi aktif, produktif dan prestatif ialah kemudahan dalam menjalankan fungsi mahasiswa yaitu sebagai agent of change, iron stock, social control dan moral force. Selain itu kemudahan untuk mengembangkan keterampilan komunikasi, sosial dan keterampilan yang dibutuhkan di kehidupan nyata, serta memudahkan mahasiswa untuk bermanfaat dan memposisikan diri diberbagai kondisi yang membutuhkannya. So, masih ragu kalau menjadi mahasiswa aktif, produktif dan prestatif itu penting?