Halo, Psychofams! Pasti sudah tidak asing dong mendengar kata insecure? Yap, insecure adalah perasaan cemas, ragu, atau kurang percaya diri sehingga membuat seseorang merasa tidak aman. Akibatnya, individu yang mengalami rasa insecure  dapat merasa cemburu, selalu menanyakan pendapat orang lain tentang dirinya, atau bahkan membandingkan dirinya dengan orang lain.

Insecure mulanya muncul karena individu penah mengalami penolakan atau kegagalan, juga, kerap dialami individu yang memiliki daddy issues. Insecure terjadi pada individu yang pernah dinilai kurang atau tidak baik oleh orang lain saat bersosialisasi. Selain itu, insecure bisa muncul akibat gangguan mental, seperti depresi, gangguan kecemasan, gangguan kepribadian paranoid, gangguan makan, dan sebagainya. Lingkungan yang kurang memberikan kasih sayang, sering mendapatkan kegagalan atau penolakan, dipandang sebelah mata oleh orang lain, dan semua hal ingin diselesaikan dengan sempurna (perfeksionis) juga dapat memunculkan rasa insecure.

Salah satu dosen psikologi UIN Salatiga Ibu Gama, mengatakan bahwa, “sebenarnya insecure merupakan hal yang normal, namun akan menjadi masalah ketika kita tidak bisa mengelola insecurity ini dengan baik.”

Maksud dari tidak dapat mengelola insecurity dengan baik adalah jika insecurity mulai mengganggu kehidupan sehari-hari. Misalnya, kita menjadi orang yang mudah cemas, panik atau bahkan panic attack. Insecurity juga dapat membuat individu jadi merasa rendah diri. Fleming dan Courtney (dalam Robinson, Shaver, dan Wrightman) menjabarkan rasa rendah diri dalam alat ukur bernama Feeling of Inadequacy Scale membaginya menjadi lima aspek yaitu:

  1. Social confidence, merasa kurang bisa diandalkan;
  • School abilities, merasa tidak mampu atau tidak berdaya terhadap daya kompetensi dalam melakukan tugas akademik;
  • Self regard, rendahnya penghargaan terhadap dirinya sendiri yang berhubungan dengan kepentingan dan minatnya;
  • Physical appearance, individu dengan rasa rendah diri akan sangat berusaha memperhatikan penampilan tubuhnya, ini adalah salah satu bentuk untuk mengkompensasikan inferiority feelingnya;
  • Physical abilities, merasa lebih lemah dalam hal kemampuan tubuh yang dimiliki serta potensi individu yang berhubungan dengan performasi fisiknya;

Selain menyerang mental, insecurity juga dapat menyerang kesehatan fisik. Misalnya penyakit maag yang menyerang individu bermula karena individu tersebut tidak menjaga pola makan, makan tidak teratur demi memenuhi tubuh ideal sesuai standar karena merasa tubuhnya gendut.

Dalam aspek kebiasaan atau pola perilaku, insecurity juga memiliki pengaruhnya sendiri, contohnya saja ketakutan atas ketidakmampuan mengatasi masalah, berpikir tentang hal mengganggu yang sama secara berulang-ulang atau biasa disebut dengan overthinking, sulit berkonsentrasi atau memfokuskan pikiran, takut berinteraksi dengan orang lain, serta masih banyak lagi dampak dan pengaruh lain yang bisa timbul akibat rasa insecurity yang tidak bisa kita kelola dengan baik.

Tentunya berbagai dampak yang muncul dikembalikan pada rasa insecure yang dihadapi oleh setiap individu dan tergantung pada sejauh mana individu larut dalam rasa insecurity tersebut.

Namun, tidak perlu khawatir sebab terdapat solusi untuk mengelola rasa insecurity dengan baik. Menurut salah seorang dosen Psikologi UIN Salatiga, solusi yang pertama yaitu mencintai diri sendiri. Sebab ketika kita mencintai diri sendiri, kita dapat meningkatkan self esteem, bahkan penilaian buruk terhadap diri sendiri dapat hilang jika kita sudah berada di tahap mencintai diri sendiri dengan sesungguhnya. Kedua, jangan pernah membandingkan diri sendiri dengan orang lain, setiap orang pasti memiliki ciri khas, kelebihan, dan kekurangannya masing-masing. Kita tidak perlu dan tidak bisa membandingkan diri kita dengan orang lain yang notabenenya mungkin dia juga tidak sesempurna yang kamu bayangkan. Tuhan telah menciptakan setiap individu sesuai dengan proporsi kemampuannya masing-masing, jadi untuk apalagi membanding-bandingkannya dengan yang lain. Ketiga, kelilingi diri dengan orang-orang yang positif, mungkin kita seringkali mendengar pepatah “jika kamu berteman dengan seorang penjual parfum, maka otomatis tubuhnya juga akan wangi seperti parfum”. Jadi, apabila kita berada di lingkungan yang positif, secara otomatis pikiran juga akan terbawa ke arah yang positif.

Dalam sebuah buku yang berjudul “Insecurity is My Middle Name” juga dijelaskan bahwa cara mengatasi perasaan insecure yaitu:

  1. Menerima diri apa adanya;
  2. Mencoba mengembangkan potensi yang mungkin selama ini terpendam;
  3. mencoba bersikap bodo amat hingga berdamai dengan rasa insecurity itu sendiri.

Menerima diri apa adanya merupakan bagian dari bersyukur, walaupun beberapa orang denial mengataka “aku insecure bukan berarti aku nggak bersyukur” tapi apakah kamu sudah benar-benar bertanya pada dirimu sendiri? Karena jika kamu memang sudah bersyukur kamu tidak akan

merasa insecure dengan kukurangan yang kamu miliki itu, kamu akan menerimanya dengan lapang dada. Meskipun mungkin memang hal itu terasa berat dan sangatlah manusiawi juga bila kita merasa insecure, percayalah dengan kamu menerima dirimu yang sekarang ini apa adanya, rasa insecure itu akan perlahan hilang dengan sendirinya. Bicara tentang mengembangkan potensi yang mungkin selama ini terpendam, kita mungkin memang harus sedikit effort dan tidak boleh pantang menyerah demi bisa menutupi kelemahan yang kita punya dengan potensi yang sebenarnya terpendam lama. Kita harus mau mencoba dan terus berusaha hingga potensi itu membuahkan hasil. Untuk mencoba bersikap bodo amat hingga berdamai dengan rasa insecurity menurut penulis Alvi Syahrin, Penulis buku “Insecurity is My Middle Name” ia menyebutnya menyerah dengan cerdas misalnya, saat kamu direndahkan oleh orang lain, ya sudah kamu anggap saja orang yang merendahkanmu itu bukan orang baik, bukan orang tulus. Karena orang baik tidak mungkin akan seperti itu.

Semua hal itu tentu butuh proses dan tidak bisa semusah membalikkan telapak tangan. Butuh berulang kali dipraktekkan agar kita bisa mencapai pada titik say goodbye to insecurity. Tapi, jangan khawatir jika kita rajin mempraktekan solusi-solusi di atas suatu saat rasa insecurity itu pasti akan hilang dan kita akan menemukan rasa cinta pada diri sendiri yang sesungguhnya.

Setiap orang memiliki latar belakangnya masing-masing. Memiliki rentetan cerita panjang untuk menikmati proses dari setiap bab kehidupan. Oleh karena itu, kita hebat dan luar biasa seperti ketika kita memandang orang lain hebat dan luar biasa, namun dengan versi cerita yang berbeda.

DAFTAR PUSTAKA

HAKIM, A. R. (2021). INSECURE DALAM ILMU PSIKOLOGI. Pekanbaru, Indonesia

Syahrin, A. (2021). Insecurity is My Middle Name. Jakarta: Alvi Ardhi Publishing.

Robinson, John. P, Phillip R. Shaver, Measures of Personality and Social Psychological Attitudes, (United States of America: Academic press, 1991 )

J. S. Nevid, S. A. Rathus, B. Greene, Psikologi Abnormal https://katadata.co.id › … › Lifestyle

Insecure Adalah: Definisi, Gejala, dan Penyebabnya – Lifestyle Katadata.co.id

https://www.alodokter.com › insecure Insecure – Gejala, penyebab dan mengobati – Alodokter