Ketika seseorang berkomunikasi, terkadang mereka berbohong. Karena komunikasi sangat diperlukan hampir di setiap interaksi. Semakin banyak bukti yang menunjukkan keputusan untuk kebohongan sensitif terhadap insentif. Orang-orang peduli dengan keuntungan mereka sendiri dari kebohongan yang mungkin menyebabkan hal lain pula. Secara keseluruhan, penelitian tampaknya mendukung gagasan bahwa sementara rata-rata orang sepenuhnya jujur di hari-hari biasa, mayoritas orang tidak mungkin dalam satu minggu terlewat tanpa adanya kebohongan sedikitpun. Terlepas dari pesan yang mengecewakan bahwa kebanyakan orang adalah pembohong, kita mungkin dapat mengambil penghiburan dalam mengakui bahwa sebagian besar kebohongan yang diceritakan orang adalah kebohongan kecil dan putih. Lalu apa itu kebohongan putih sebenarnya??

Definisi kebohongan putih pada artikel tahun 1741 yang berjudul The Gentleman’s Magazine. Dimana di dalamnya tertulis “ Seorang wanita tertentu dengan kualitas tertinggi… membuat perbedaan yang bijaksana antara kebohongan putih dan kebohongan hitam. Kebohongan putih adalah hal yang tidak dimaksudkan untuk melukai siapapun dalam kekayaan, minat, atau reputasi, melainkan hanya untuk memuaskan watak yang mengerikan dan rasa gatal orang-orang yang lucu dengan menceritkan kisah-kisah indah kepada mereka.” jadi, mereka mencirikan kebohongan putih sebagai hal yang tidak lebih berbahaya yang diceritakan dalam pelayanan memperindah kisah-kisah tinggi. Penggunaan awalan putih berutang pada asosiasi historis kulit putih dengan kemurnian dan kebaikan.

Penelitian telah menunjukkan bahwa tidak semua kebohongan dipandang sama. Orang-orang mengatakan  White Lies  ketika berbicara jujur terasa terlalu rumit, tidak nyaman, atau membosankan. White lies memungkinkan orang untuk menyensor kebenaran yang berbahaya, membingkai ulang fakta-fakta, dan sebaliknya menghindari ketidaknyamanan yang tak terhindarkan yang tentu saja akan mengikuti jalan kejujuran yang tak tergoyahkan.

Beberapa orang berpendapat bahwa kapasitas untuk membuat kebohongan putih yang masuk akal dan enak daripada mengatakan kebenaran yang ofensif dan jujur dilihat oleh banyak orang sebagai tanda kesopanan dan kedewasaan. Penelitian lain menunjukkan bahwa mereka yang selalu mengatakan yang sebenarnya, bahkan ketika kebenaran itu memalukan dan menyakitkan, secara luas dipandang sebagai tidak siap untuk tarian sosial masyarakat manusia modern.

Para peneliti telah mengeksplorasi lebih lanjut apa yang memotivasi orang untuk mengatakan white lies. Mereka menemukan adalah bahwa white lies cenderung dimotivasi oleh empat tekanan, yaitu :

  1. Kebijaksanaan, orang-orang mengatakan kebohongan putih untuk bersikap sopan dan menyelamatkan perasaan orang lain.
  2. Kompensasi psikologis, artinya orang-orang mengatakan kebohongan putih kecil untuk melindungi citra rapuh mereka sendiri.
  3. Penghormatan kekuasaan, orang cenderung mengatakan kebohongan putih kepada mereka yang berkuasa untuk menghindari tampak tidak patuh.
  4. Stabilitas relasional, kebohongan putih kecil membantu orang untuk menghindari konflik dan menjaga keharmonisan relasional.

Perbedaan antara white lies dan real lies

  1. Niat
  2. Konsekuensi

Konsekuensi kebohongan nyata cenderung serius, sedangkan kebohongan putih seringkali cukup sepele.

  • Kebohongan nyata cenderung menguntungkan pembohong, sedangkan kebohongan putih cenderung menguntungkan orang yang dibohongi.
  • Tingkat tipu daya

Kebohongan nyata sebagian besar ialah pernyataan tidak benar, sedangkan kebohongan putih cenderung hanya pembengkokan kebenaran. Hingga, kebohongan putih dan kebohongan nyata berbeda dalam seberapa tidak menyenangkan secara moral mereka dipandang. Kebohongan nyata dianggap salah secara universal, sementara kebohongan putih dipandang sebagai ketidakbenaran yang sebagian besar bisa diterima.

Summary

Cantarero, K., Parzuchowski, M., & Dukala, K. (2017). White lies in hand: Are other-oriented lies modified by hand gestures? Possibly not. Frontiers in Psychology, 8, 814.

Erat, S., & Gneezy, U. (2012). White lies. Management Science, 58(4), 723-733.

Shali, M., Joolaee, S., Navab, E., Esmaeili, M., & Nasrabadi, A. N. (2020). White lies in pediatric care: a qualitative study from nurses’ perspective. Journal of Medical Ethics and History of Medicine, 13.

Talwar, V., Murphy, S. M., & Lee, K. (2007). White lie-telling in children for politeness purposes. International journal of behavioral development, 31(1), 1-11.

Kategori: FUNFACT