Komunikasi adalah salah satu hal yang pasti dilakukan oleh manusia. Namun, untuk sebagian orang dengan kepribadian introvert merasa lebih nyaman ketika berbicara sendiri dalam pikirannya. Fenomena inilah yang disebut dengan self talk atau jouska.

Pengertian jouska dilansir dari The Dictionary of obsecure sorrows, diartikan sebagai hipotesis yang terjadi berulang kali di dalam kepala seseorang atau individu. Entah itu berbentuk opini, analisis, atau dialog dan hal ini hanya terjadi di dalam kepala seseorang. Tidak jarang juga, hipotesis ini bertengkar dengan diri sendiri dikarenakan perbedaan pendapat. Jouska self-talk ini jarang sekali diketahui. Hal ini dikarenakan fenomena ini tidak menarik, padahal sebenarnya jouska  ini merupakan salah satu fenomena yang unik.

Fenomena ini tentu saja berhubungan dengan kesehatan mental kita. Seperti misalnya, ketika hujan dan kita berbicara dengan diri sendiri, “ Apakah aku harus keluar?” lalu kemudian kita sudah kehujanan, “Aku berjanji untuk tidak keluar ketika hujan turun!” kemudian kita akan mengingatkan diri sendiri untuk menepati janji yang sudah dibuat itu. Awalnya, fenomena ini masuk ke dalam tindakan sosial. Namun, ketika ditujukan kepada diri sendiri jouska self-talk ini termasuk ke dalam proses cara berpikir.

Proses berpikir yang terjadi berulang kali pada diri sendiri dapat memberikan manfaat selama itu positif. Seperti memberikan semangat untuk diri sendiri. Hal ini dapat membantu proses kesehatan mental seseorang. Namun, ketika pikiran kita berusaha untuk menjatuhkan diri sendiri, maka jouska self-talk ini berubah menjadi negatif. Sehingga kemudian dapat menurunkan kualitas kesehatan mental kita. Ketika hal ini terjadi,  self control dapat menjadi solusi yang bisa kita lakukan.

Self-talk ini berbeda ya dengan Skizofrenia. Meskipun banyak yang mengira bahwa berbicara dengan diri sendiri di dalam pikiran termasuk ke dalam penyakit mental, namun pernyataan tersebut merupakan pernyataan yang salah banget. Karena dalam skizofrenia, si penderita mengalami halusinasi dan merasa bahwa ada orang yang memerintah dirinya untuk melakukan sesuatu. Diri batin berbicara apa yang dari luar memerintahkan untuk dilakukan. (Nagai, 1990).

Penderita skizofrenia menciptakan seseorang untuk ada di dalam kehidupannya. Mereka menciptakan imajiner di dalam diri mereka tanpa disadari. Sedangkan, jouska self-talk adalah kemauan diri untuk berdiskusi dengan pikiran mereka sendiri. Tidak ada unsur paksaan di dalam jouska self-talk ini. Hipotesis jouska self-talk yang terus berputar-putar di dalam kepala tidak termasuk ke dalam penyakit mental. Maka dari itu, bisa disimpulakn bahwa orang yang sering melakukan jouska self-talk berbeda dengan penderita skizofrenia.

Nah, untuk kalian yang sering melakukan self talk namun tanpa sadar masuk ke dalam kategori sebagai self talk negatif, beberapa cara ini mungkin dapat membantu kalian :

  1. Mulai dengan mengubah kata-kata yang diucapkan kepada diri sendiri. Jangan mengucapkan kata-kata buruk yang bisa membuat pesimis.
  2. Menerima semua kesalahan yang telah dilakukan. Dengan begitu, kata negatif tidak akan muncul karena kalian sudah berdamai dengan diri sendiri.
  3. Menggunakan afirmasi positif berulang kali juga masuk ke dalam self control yang baik.

Namun, perlu di ingat bahwa untuk berhasil dalam penggunaan jouska self-talk positif secara sempurna pada kehidupan sehari-hari perlu adanya pembiasaan. Proses pembiasaan ini bisa dilatih dengan orang-orang terdekat yang kalian punya, seperti pasangan, orang tua, sahabat, dan yang lainnya. Dengan demikian, kita bisa mengenali kapasitas diri di dalam kehidupan kita sendiri.

REFERENSI :

Kumparan. (2021, November 17). Jouska, Kala Seseorang Berbincang Dengan Diri Sendiri dalam Pikirannya. https://kumparan.com/roses/jouska-kala-seseorang-berbincang-dengan-diri-sendiri-dalam-pikirannya-1wvpH7rRBtI

Koenig, J. (2021). The dictionary of obscure sorrows. Simon and Schuster.

Satu Persen. (2020, September 03). Cara Mencintai Diri dengan Self-Talk [Video]. Youtube. https://www.youtube.com/watch?v=WTo_EfwK9Oc

Stephensen, H., & Parnas, J. (2018). Apa yang dapat diceritakan oleh gangguan diri pada skizofrenia kepada kita tentang sifat subjektivitas? Investigasi psikopatologis. Fenomenologi dan Ilmu Kognitif , 17 (4), 629-642. https://doi.org/10.1007/s.11097-017-9532-0

Wallace, P. J., McKinlay, B. J., Coletta, N. A., Vlaar, J. I., Taber, M. J., Wilson, P. M., & Cheung, S. S. (2017). Effects of motivational self-talk on endurance and cognitive performance in the heat. Medicine & Science in Sports & Exercise, 49(1), 191-199. https://doi.org/10.1249/MSS.0000000000001087