Jangan Memaksakan Produktivitas – Mohammad Omar Abdurrohman

Jangan Memaksakan Produktivitas

Mohammad Omar Abdurrohman

(Universitas Indonesia)

April 2020, Presiden Joko Widodo secara resmi menyatakan bahwa Indonesia berada dalam keadaan bencana nasional karena tersebarnya virus corona. Hal ini membuat banyak warga masyarakat merasa cemas dan takut akan terpapar oleh virus yang sangat mudah menyebar tersebut. Dalam langkah membantu pemerintah pusat untuk mengecilkan kemungkinan penyebaran virus, pemerinta daerah di berbagai kota di Indonesia memberlakukan kebijakan-kebijakan penyesuaian seperti working from home, online learning, dan pelaksanaan aturan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) kepada seluruh warga masyarakat yang ingin beraktifitas keluar rumah.

Pemberlakuan beberapa peraturan tersebut mengharuskan banyak orang dari berbagai kalangan seperti karyawan kantor, buruh pabrik, para pedang, dan bahkan para murid di sekolah ataupun kampus-kampus untuk beradaptasi dengan situasi yang ada. Mereka diharapkan mampu untuk bekerja atau belajar melalui sistem online selama masa pandemi ini. Tidak sedikit dari mereka yang merasa keberatan dengan sistem yang berlaku. Banyak hal yang harus dipikirkan, seperti ketersediaan fasilitas gawai, kekuatan sinyal internet, ketidakmampuan untuk bersosialiasi secara langsung, dan masih banyak hal lainnya.

Ketakutan akan virus yang menyebar, perubahan situasi secara mendadak, dan keharusan untuk beradaptasi dengan cepat tentu bukanlah suatu hal yang mudah untuk dilakukan oleh warga masyarakat. Penolakan dan amarah akan banyak kita temui di beberapa orang. Hal ini adalah kewajaran yang terjadi di saat-saat krisis, di mana pada awalnya orang-orang menolak dan tidak percaya dengan keadaan yang tidak pasti. Kemudian disusul dengan rasa amarah atas rasa takut dan cemas yang mereka rasakan. Menurut kurva Kübler-Ross yang membahas mengenai perilaku dan rasa emosioal individu pada masa-masa krisis, orang-orang akan cenderung merasa tidak nyaman, menolak, dan bahkan mengeluarkan amarahnya saat terjadi perubahan yang tidak menyenangkan.

Memasuki bulan November, berarti sudah genap delapan bulan lamanya keadaan PSBB diberlakukan di beberapa daerah di Indonesia. Ini bukan waktu yang sebentar untuk warga masyarakat melakukan adaptasi pada kehidupan sehari-hari yang mereka jalani. Keadaan baru di mana wajibnya memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak dikenal dengan sebutan “new normal”. Ditambah, dengan berubahnya mayoritas aktifitas menjadi online, orang-orang yang sebelumnya represif dan menolak keadaan tersebut, secara perlahan mulai dapat membiasakan diri dan menikmati kegiatan online yang dijalani.

Dibalik kesulitan dan permasalahan yang muncul dari kegiatan online, ternyata masih banyak kemudahan yang bisa dimanfaatkan. Beberapa acara menjadi sangat mudah untuk dilaksanakan, karena dengan sistem online para panitia tidak perlu repot memikirkan tempat pelaksanaan, konsumsi peserta, kendala teknis, dan berbagai macam masalah yang mungkin terjadi jika acara dilaksanakan dengan sistem offline.

Berkurangnya permasalahan atau kebutuhan yang biasanya sangat berpengaruh di sistem offline, membuat acara-acara tersebut hanya membutuhkan dana yang sedikit. Dengan begitu, para peserta sering kali tidak diberatkan dengan tarif masuk sepeserpun (acara dilaksanakan secara gratis). Selain itu, dengan dilaksanakan secara online, peserta bisa hadir dari berbagai penjuru daerah. Kedua hal ini mengakibatkan suatu acara mudah sekali untuk dihadiri dan dilirik oleh banyak peminat. Acara-acara tersebut memiliki beraneka macam bentuk, bisa seperti seminar, kelas pelatihan, workshop, pameran, dan lain halnya. Selain itu, banyak sekali materi-materi yang mengagumkan serta up to date dengan keadaan pandemi saat ini yang dibahas di dalam acara tersebut. Tentu dengan kesempatan ini, banyak dari kita yang ingin mengikuti dan memanfaatkan seluruh rangkaian acara yang telah ditawarkan.

Seminar mengenai kesehatan mental, kelas mengenai penanganan stres, pelatihan mengenai bantuan psikososial, pemberian materi mengenai kesetaraan gender, kajian mengenai penyebaran virus corona, dan berbagai macam acara lainnya adalah beberapa contoh bentuk acara dengan sistem online yang membuat kita kebingungan untuk memilih acara mana yang cocok dihadiri. Begitu banyak kesempatan dan waktu luang membuat kita merasa tidak pantas untuk menyia- nyiakan waktu yang ada. Padahal, di masa pandemi seperti ini, untuk mampu bertahan hari demi harinya saja membutuhkan usaha yang sangat besar. Apalagi berusaha untuk produktif diberbagai macam acara yang ada, tentu akan jauh lebih sulit.

Jika kita mampu untuk mengikuti banyak acara secara online lalu mendapatkan informasi dan pengetahuan sebanyak-banyaknya dari acara terserbut, maka itu adalah hal yang baik. Tetapi jangan sampai keinginan kita untuk menjadi produktif terjadi karena kita ingin menjadi seperti orang lain. Tiap orang memiliki kapasitas untuk meregulasi energi yang ada pada diri mereka secara berbeda-beda, jika teman kita mampu untuk aktif mengikuti tiga acara sedangkan kita hanya mampu mengikuti sebanyak satu acara, maka janganlah memaksakan diri kita sendiri.

Memahami keadaan pandemi saat ini, di mana masih banyak kecemasan dan ketidakpastian yang terjadi, untuk merasa tidak mampu melakukan banyak hal dan merasa tidak kuat untuk selalu produktif tiap harinya adalah hal yang sangat normal sekali. Di masa-masa genting, menjaga kesehatan fisik dan mental, juga mempertahankan kesejahteraan diri adalah hal prioritas, lebih penting daripada harus mempertahankan diri untuk selalu produktif. Maka, menyisakan waktu untuk beristirahat, memfokuskan pikiran pada diri sendiri, dan menyusun makna hidup yang mulai memudar haruslah dilakukan untuk kembali fokus semangat menjalani hidup. Jadilah produktif karena kita mampu, bukan karena kita ingin seperti orang lain

 

Daftar Pustaka

Elizabeth Kübler-Ross Foundation. 5 Stages of Grief. Diambil dari https://www.ekrfoundation.org/5-stages-of-grief/5-stages-grief/

Kompas.com. (2020). Daftar 18 Daerah yang Tetapkan PSBB, dari Jakarta hingga Makassar. Diambil dari https://nasional.kompas.com/read/2020/04/20/05534481/daftar-18-daerah-yang- terapkan-psbb-dari-jakarta-hingga-makassar?page=all

Kompas.com. (2020). Presiden Jokowi Teken Keppres Tetapkan Wabah Covid-19 Bencana Nasional. Diambil dari https://nasional.kompas.com/read/2020/04/13/18101841/presiden-jokowi-teken- keppres-tetapkan-wabah-covid-19-bencana-nasional

Major, C. (2020). Productivity During a Pandemic. Innovative Higher Education 45, 351–353. https://doi.org/10.1007/s10755-020-09521-x

Psychology Today. (2020). Covid-19: It’s Okay to Feel Overwhelmed and Be Unproductive. Diambil dari https://www.psychologytoday.com/us/blog/prescriptions-life/202003/covid-19-it- s-ok-feel-overwhelmed-and-be-unproductive

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.