#kamuharustau lapar mata (EMOTIONAL EATING)

Oleh BPPK Ilmpi wilayah 3

Di bulan ramadhan ini tentunya salah satu dari kita pasti pernah mengalami yang namanya “lapar mata” saat berbelanja, entah itu makanan ataupun barang lainnya. Nah kali ini kita akan membahas fakta menarik di balik fenomena “lapar mata” khususnya saat berburu takjil ataupun menu untuk berbuka puasa. Sebagai manusia ada saatnya kita mengingkan sesuatu walau sebenarnya kita tidak membutuhkan itu. Misalnya saja saat kita menginginkan makanan jenis tertentu karena didorong faktor psikologis, bukan saat tubuh kita membutuhkannya.

Di mata masyarakat luas, kondisi biasa dikenal dengan istilah lapar mata. Sementara dalam dunia psikologi, keadaan seperti ini biasa dikenal dengan istilah emotional eating. Dilansir dari laman womenshealthmag.com dalam sebuah penelitian yang diterbitkan International Journal of Behavioral Medicine, kebanyakan dari kita mengonsumsi makanan secara berlebihan karena adanya dorongan psikologis (emosional). Emotional eating juga dapat membuat kita tak bisa mengontrol nafsu makan karena sedang stres atau dalam masalah. Manusia dapat bertahan hidup sampai tiga bulan tanpa makan. Tapi jika tidak mampu mengubah metabolisme tubuh, misalnya karena sakit infeksi, kematian terjadi lebih cepat. Evolusi mempersiapkan manusia untuk fase tubuh bertahan hidup tanpa persediaan makanan yang mencukupi.

Ketika berpuasa, kadar gula darah dalam darah akan menurun dan hal ini memicu hypotalamus yang berfungsi sebagai pusat rasa lapar di otak menjadi aktif segera setelah tingkat kadar gula dalam darah menurun. Bagian otak ini terutama berfungsi mengaktifkan produksi hormon stress adrenalin, agar manusia melakukan segala cara untuk berhasil mencari makanan. Hal ini lah yang sering kali memicu manusia untuk berbelanja secara berlebihan khususnya saat membeli hidangan untuk berbuka puasa, baik di pasar ramadhan atau di rumah – rumah makan.

Tips untuk menghindari lapar mata;

Lapar secara fisik

  1. Secara fisiologis seseorang merasakan perut lapar dan tak bertenaga
  2. Keinginan makan tidak akan hilang walaupun Anda mencoba untuk menunggu
  3. Keinginan makin besar seiring berjalannya waktu
  4. Tidak ada kegiatan lain yang dapat menghilangkan lapar, selain makan

Hasrat lapar atau keinginan psikologis

  1. Secara fisiologis Anda tidak merasa lapar
  2. Keinginan makan akan menghilang jika mencoba untuk menunggu
  3. Keinginan tidak meningkat seiring waktu
  4. Melakukan hal yang lain dapat mengalihkan keinginan Anda untuk makan

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *